Penyiraman perlu disesuaikan dengan dinamika musim di Indonesia. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman 2 kali sehari, yaitu pada pagi hari sebelum jam 9 dan sore hari setelah jam 4, menggunakan 250 hingga 500 ml air per pot sedang. Saat musim hujan tiba, penyiraman cukup dilakukan 1 kali sehari atau ketika permukaan tanah tampak mulai mengering. Tambahkan 200 gram pupuk kandang matang atau kompos per lubang tanam setiap 2 sampai 3 minggu sekali untuk menjaga ketersediaan hara nitrogen yang merangsang pertumbuhan daun.
Pemangkasan merupakan rahasia utama agar kemangi tumbuh rimbun dan tidak cepat mati. Tanaman kemangi yang dibiarkan berbunga akan mengalihkan energinya untuk pembentukan biji, sehingga daun menjadi kerdil, keras, dan beraroma kurang menyengat. Lakukan pemangkasan pucuk bunga dan 2 pasang daun teratas setiap 10 hingga 14 hari sekali menggunakan gunting stek yang bersih untuk memicu tumbuhnya cabang-cabang samping baru.
Pengendalian hama dan penyakit pada kemangi harus dilakukan secara bijak karena daunnya dikonsumsi langsung sebagai lalapan. Berikan jarak tanam sekitar 25 hingga 30 cm antar tanaman agar sirkulasi udara lancar dan kelembapan berkurang, sehingga mencegah serangan jamur bercak daun pada musim hujan. Apabila terlihat serangan hama seperti ulat grayak atau kutu daun, cukup pangkas bagian yang terinfeksi berat dan semprotkan larutan sabun pencuci piring cair tipis atau pestisida nabati pada sore hari.






