Pemantauan rutin sebanyak 2 kali dalam seminggu pada pagi hari pukul 06.00 sampai 08.00 sangat penting untuk mendeteksi keberadaan kelompok telur ulat atau populasi serangga kecil di celah daun terdalam. Pemasangan perangkap kuning berperekat sebanyak 40 buah per hektar atau 1 buah per 25 meter persegi terbukti efektif menekan populasi serangga dewasa sebelum sempat berkembang biak dan bertelur.
Pengendalian secara fisik dan hayati dilakukan dengan memetik helai daun yang menunjukkan alur korokan larva, kemudian memusnahkannya di luar area pertanaman. Pengaplikasian biopestisida berbasis jamur entomopatogen dapat dilakukan seminggu sekali pada sore hari, diikuti dengan pembersihan gulma di sekitar bedengan hingga radius 50 cm agar tidak menjadi sarang inang alternatif.
Apabila populasi hama telah melewati ambang batas ekonomi, tindakan korektif dengan penyemprotan dilakukan secara bijak dan berimbang. Penyemprotan sebaiknya dijadwalkan selang 5 hingga 7 hari sekali dengan memutar jenis bahan aktif untuk mencegah kekebalan hama, serta selalu memperhatikan cuaca agar bahan yang disemprotkan tidak tercuci oleh air hujan.






