Bawang Putih, Diagnosis dan Pengendalian Hama Utama Tanaman Bawang Putih
Engin Akyurt / Pexels

Diagnosis dan Pengendalian Hama Utama Tanaman Bawang Putih

Pengendalian hama bawang putih secara tepat dapat dilakukan melalui identifikasi gejala daun serta penerapan sanitasi dan perangkap fisik sejak awal tanam.

Jawaban singkat

Di kawasan pusat produksi bawang putih seperti dataran tinggi Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat, serangan hama sering kali memuncak pada musim kemarau saat kelembapan udara berkisar antara 60 hingga 70 persen dengan suhu 20 sampai 25 derajat Celsius. Hama seperti Thrips dan ulat grayak berpotensi merusak jaringan daun secara masif, yang apabila dibiarkan dapat menurunkan hasil panen umbi hingga 40 sampai 60 persen sejak fase vegetatif 14 Hari Setelah Tanam (HST).

Ringkas: Bawang Putih

Cahaya
Penuh (minimal 8 jam sehari)
Penyiraman
Sedang (jaga kelembapan, hindari genangan)
Musim
sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Sedang

Membutuhkan perhatian khusus pada drainase dan pemilihan bibit yang tepat.

Pemantauan rutin sebanyak 2 kali dalam seminggu pada pagi hari pukul 06.00 sampai 08.00 sangat penting untuk mendeteksi keberadaan kelompok telur ulat atau populasi serangga kecil di celah daun terdalam. Pemasangan perangkap kuning berperekat sebanyak 40 buah per hektar atau 1 buah per 25 meter persegi terbukti efektif menekan populasi serangga dewasa sebelum sempat berkembang biak dan bertelur.

Pengendalian secara fisik dan hayati dilakukan dengan memetik helai daun yang menunjukkan alur korokan larva, kemudian memusnahkannya di luar area pertanaman. Pengaplikasian biopestisida berbasis jamur entomopatogen dapat dilakukan seminggu sekali pada sore hari, diikuti dengan pembersihan gulma di sekitar bedengan hingga radius 50 cm agar tidak menjadi sarang inang alternatif.

Apabila populasi hama telah melewati ambang batas ekonomi, tindakan korektif dengan penyemprotan dilakukan secara bijak dan berimbang. Penyemprotan sebaiknya dijadwalkan selang 5 hingga 7 hari sekali dengan memutar jenis bahan aktif untuk mencegah kekebalan hama, serta selalu memperhatikan cuaca agar bahan yang disemprotkan tidak tercuci oleh air hujan.

Penyebab & Cara Mengatasi

Ulat Grayak (Spodoptera exigua)

Ciri: Daun bawang putih berlubang, tampak bercak putih transparan seperti membran tebal, dan ditemukan kotoran ulat berwarna hitam di sekitar pangkal batang.

Solusi: Kutip kelompok telur dan ulat secara manual pada pagi hari, aplikasikan biopestisida jamur Beauveria bassiana, serta jaga kebersihan bedengan.

Thrips (Thrips tabaci)

Ciri: Permukaan daun berwarna keperak-perakan, ujung daun mengering kecokelatan, dan daun tampak menggulung akibat cairan sel diisap serangga kecil.

Solusi: Gunakan mulsa plastik hitam perak, pasang perangkap lekat kuning, dan tingkatkan kelembapan tanah dengan penyiraman teratur.

Pengorok Daun (Liriomyza chinensis)

Ciri: Terdapat alur garis-garis putih meliuk-liuk seperti peta pada helai daun akibat aktivitas larva yang memakan jaringan dalam daun.

Solusi: Pangkas dan bakar daun yang terinfeksi parah, serta pasang perangkap kuning berperekat untuk menangkap lalat dewasa.

Langkah-langkah

  1. Lakukan sanitasi lahan dengan membersihkan gulma dan sisa tanaman sisa musim lalu setidaknya 14 hari sebelum penanaman.
  2. Pasang perangkap lekat warna kuning sebanyak 40 lembar per hektar pada ketinggian 20 cm di atas tajuk tanaman bawang putih.
  3. Lakukan pemeriksaan rutin 2 kali sepekan pada lipatan daun bagian dalam untuk memantau keberadaan telur atau larva hama.
  4. Semprotkan biopestisida atau agens hayati pada sore hari saat suhu udara mulai menurun dan kelembapan meningkat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik untuk melakukan penyemprotan hama bawang putih?

Waktu terbaik adalah pada sore hari antara pukul 15.30 hingga 17.30 karena hama lebih aktif dan larutan tidak cepat menguap oleh sinar matahari.

Mengapa daun bawang putih berubah warna menjadi keperakan?

Warna keperakan merupakan tanda khas serangan hama Thrips yang mengisap cairan sel daun pada kondisi udara kering atau musim kemarau.

Apakah penggunaan mulsa perak efektif menekan hama?

Sangat efektif, karena pantulan cahaya matahari dari warna perak mengacaukan sistem navigasi serangga terbang seperti Thrips dan kutu daun.

Bagaimana cara membedakan serangan ulat grayak dan pengorok daun?

Ulat grayak membuat daun berlubang atau transparan, sedangkan pengorok daun meninggalkan alur garis putih meliuk-liuk di dalam jaringan daun.

Lebih lanjut tentang Bawang Putih

Panduan terkait

Hama & Pengendalian, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.