Pemberian air harus dilakukan secara terukur dengan frekuensi satu kali sehari pada fase awal pertumbuhan, kemudian dikurangi menjadi dua kali seminggu saat tanaman memasuki fase pembentukan umbi agar umbi tidak membusuk. Penyiangan gulma wajib dilakukan rutin setiap dua minggu sekali menggunakan tangan untuk menghindari persaingan unsur hara dan mencegah kerusakan pada sistem perakaran dangkal bawang putih. Pembubunan tanah di sekitar pangkal batang perlu dilakukan saat tanaman berumur 45 hari setelah tanam agar umbi tertutup tanah dengan sempurna.
Pemupukan susulan diberikan pada umur 14, 30, dan 50 hari setelah tanam menggunakan pupuk kaya unsur nitrogen dan kalium dengan takaran sesuai rekomendasi setempat untuk merangsang pertumbuhan daun serta memperbesar ukuran siung. Pengendalian organisme pengganggu tanaman dilakukan secara terpadu dengan memangkas daun yang terserang bercak daun atau membuang tanaman yang menunjukkan gejala layu fusarium. Rotasi tanaman dengan bukan golongan bawang-bawangan sangat dianjurkan untuk memutus siklus hidup patogen di dalam tanah.
Tanaman bawang putih siap dipanen ketika memasuki umur 90 hingga 120 hari setelah tanam, ditandai dengan menguningnya 70 persen daun dan rebahnya batang semu. Pencabutan dilakukan pada pagi hari saat cuaca cerah dengan cara menarik pangkal batang secara perlahan agar umbi tidak tertinggal di dalam tanah. Setelah dicabut, angin-anginkan tanaman bersama daunnya di tempat teduh selama satu minggu sebelum umbi dibersihkan dan disimpan di tempat kering berventilasi baik.