Penyiraman dilakukan secara teratur sebanyak 1 hingga 2 kali sehari pada fase vegetatif awal selama 30 hari pertama setelah tanam. Ketika tanaman memasuki fase pembentukan umbi pada umur 60 hari, frekuensi penyiraman harus dikurangi menjadi 2 hingga 3 hari sekali untuk mencegah kondisi media tanam terlalu basah yang berisiko memicu pembusukan.
Pemupukan susulan diberikan sebanyak 3 kali sepanjang siklus tanam, yaitu pada umur 15, 30, dan 45 hari setelah tanam. Penggunaan pupuk organik terdekomposisi sempurna yang dikombinasikan dengan pupuk NPK kaya unsur fosfor dan kalium sangat diperlukan untuk memicu pembesaran siung dan memperkuat struktur jaringan umbi.
Penyiangan gulma wajib dilakukan secara berkala setiap 14 hari sekali secara manual menggunakan tangan agar tidak merusak perakaran dangkal bawang putih. Penyiraman harus dihentikan total sekitar 10 hingga 14 hari sebelum panen tiba, yaitu pada umur 90 hingga 120 hari saat daun tanaman telah menguning sekitar 60 hingga 70 persen.






