Pertama, periksa kelembaban tanah. Jika tanah terasa basah dan daun menguning dimulai dari daun bawah, kemungkinan besar karena overwatering. Akar yang tergenang akan membusuk dan tidak bisa menyerap nutrisi. Solusinya: kurangi frekuensi penyiraman, pastikan drainase baik, dan biarkan tanah mengering setidaknya 2-3 cm di permukaan sebelum disiram lagi. Jika sudah parah, pindahkan tanaman ke media tanam baru yang porous.
Kedua, jika daun menguning merata dan pertumbuhan tanaman lambat, kemungkinan kekurangan nitrogen. Ciri lain adalah daun pucat dan ukuran daun kecil. Solusinya: beri pupuk organik kaya nitrogen seperti pupuk kandang atau kompos dengan dosis 1-2 sendok makan per tanaman setiap 2 minggu. Atau gunakan pupuk cair organik (ekstrak rumput laut) sesuai petunjuk label. Hindari pupuk kimia berlebihan karena bisa membakar akar.
Ketiga, periksa bagian bawah daun untuk hama seperti kutu daun (aphids) atau tungau. Kutu daun berwarna hijau atau hitam kecil, sering mengelompok di pucuk daun, menyebabkan daun menguning dan keriput. Semprot dengan air sabun (1 sendok teh sabun cuci piring per liter air) setiap 3 hari selama seminggu. Jika ada bercak kuning tidak beraturan, bisa jadi virus yang ditularkan hama; segera musnahkan tanaman terinfeksi dan kendalikan hama vektor.