Ulat grayak merusak tanaman dengan cara masuk ke dalam rongga daun bawang merah dan memakan jaringan hijau dari dalam, sehingga menyisakan bercak putih transparan seperti membran tebal. Populasi larva dalam jumlah banyak mampu memutus helai daun dan menurunkan hasil panen hingga 70 persen dalam waktu 3 sampai 5 hari jika tidak ditangani secara mekanis melalui pemetikan kelompok telur bernoda bulu halus putih sebelum menetas.
Hama Thrips dan pengorok daun (Liriomyza chinensis) lebih dominan menyerang pada puncak musim kemarau saat curah hujan sangat rendah. Thrips mengisap cairan sel daun hingga timbul bercak keperakan dan membuat ujung daun meliuk, sedangkan larva pengorok daun membuat garis alur putih berkelok-kelok pada 5 hingga 10 helai daun per tanaman. Pemasangan perangkap kuning berperekat sebanyak 40 buah per hektar sangat efektif menekan populasi serangga dewasa sebelum bertelur.
Strategi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) menggabungkan pembersihan gulma di sekitar bedengan setiap 7 hari sekali, rotasi tanaman non-inang seperti jagung atau padi selama 1 hingga 2 musim, serta pemanfaatan agens hayati seperti jamur Beauveria bassiana. Jika intensitas kerusakan daun melebihi ambang ekonomi 5 persen, intervensi bahan aktif kimiawi dapat dipertimbangkan sesuai anjuran teknis dari penyuluh pertanian lapangan setempat.






