Persiapan lahan: gemburkan tanah sedalam 20-30 cm, campurkan pupuk kandang matang 1-2 kg per meter persegi (atau kompos 0,5-1 kg). Buat bedengan lebar 1 meter, tinggi 20 cm, dengan drainase baik. Benih ketumbar perlu direndam air hangat (50°C) selama 6-8 jam untuk mematahkan dormansi, lalu diperam dalam kain basah 1-2 hari sampai muncul calon akar. Semai benih langsung di bedengan dengan jarak tanam 15x20 cm (atau 20x20 cm untuk hasil lebih besar), 2-3 biji per lubang, tutup tipis tanah.
Perawatan: siram setiap pagi atau sore, jaga tanah lembab tapi tidak becek. Pada musim kemarau, siram 2 kali sehari. Beri pupuk susulan NPK 16-16-16 dosis 5 gram per meter persegi setiap 2 minggu (larutkan dalam air siram) atau pupuk kandang cair seminggu sekali. Penyiangan gulma dilakukan 2 minggu sekali. Hama utama adalah ulat tanah (Agrotis ipsilon) dan kutu daun; kendalikan dengan menanam tanaman perangkap (tagetes) atau semprot air sabun. Penyakit jamur (bercak daun) dicegah dengan jarak tanam tidak rapat dan drainase baik; jika muncul, buang daun sakit dan semprot fungisida berbahan aktif mankozeb sesuai label.
Panen daun ketumbar bisa dipotong saat tanaman tinggi 15-20 cm (sekitar 30 hari setelah semai), dengan memotong batang 5 cm di atas pangkal. Daun segar tahan 3-5 hari di kulkas. Untuk biji, biarkan tanaman berbunga (biasanya 45-60 hari), lalu potong tangkai bunga saat biji mulai menguning, jemur 3-5 hari, lalu banting atau gosok untuk memisahkan biji. Simpan biji kering dalam wadah kedap udara di tempat sejuk. Produktivitas: 0,5-1 kg biji per 10 meter persegi.