Pemupukan susulan sangat menentukan pembentukan umbi bawang merah yang berukuran besar dan berbobot. Berikan pupuk susulan pertama pada usia 10-15 HST untuk merangsang pertumbuhan daun, dilanjutkan pemupukan kedua pada usia 30-35 HST menggunakan kombinasi unsur hara yang tinggi Kalium untuk memicu pembesaran umbi. Aplikasikan pupuk dengan cara ditugal atau ditabur di sela barisan tanaman sebanyak 10-15 gram per meter persegi bedengan.
Penyiangan gulma harus dilakukan secara manual setiap 10-14 hari sekali agar tidak terjadi perebutan nutrisi dan sinar matahari. Gulma yang dibiarkan tumbuh liar di sekitar bedengan akan menjadi sarang hama dan memicu kelembapan berlebih yang menyulitkan pembentukan umbi. Lakukan pula pembumbunan tanah pada umur 30 HST untuk menutup umbi yang mulai menyembul ke permukaan tanah.
Pengelolaan drainase menjadi kunci utama menjaga kesehatan akar dan umbi bawang merah di wilayah tropis Indonesia. Buat parit antarbedengan dengan kedalaman minimal 30-40 centimeter agar air hujan cepat mengalir dan tidak menggenangi perakaran. Sanitasi lahan secara rutin dengan membersihkan daun-daun tua atau membusuk dapat menekan risiko penularan penyakit busuk umbi hingga waktu panen tiba pada umur 60-70 HST.






