Pemupukan susulan sangat penting. Berikan pupuk NPK 16-16-16 dosis 200-300 kg/ha pada umur 14 dan 28 hari setelah tanam (HST). Sebagai pupuk organik, tambahkan pupuk kandang matang 10-15 ton/ha saat olah tanah. Untuk merangsang pembentukan umbi, semprotkan pupuk daun berkadar kalium tinggi (misal KNO3) pada umur 35 dan 45 HST sesuai dosis anjuran di label.
Pengendalian gulma harus dilakukan rutin. Lakukan penyiangan manual pada umur 15 dan 30 HST, atau gunakan mulsa jerami setebal 5-7 cm untuk menekan gulma dan menjaga kelembaban. Di lahan luas, aplikasi herbisida pra-tumbuh (misal oksifluorfen) sesuai dosis label pada 1-3 HST, namun konsultasikan dengan penyuluh BPP setempat untuk rekomendasi spesifik.
Pembumbunan (penimbunan tanah di pangkal batang) dilakukan pada umur 30-40 HST untuk memperkuat perakaran dan mendorong pembesaran umbi. Lakukan setelah penyiangan, dengan hati-hati agar tidak merusak umbi. Jika muncul bunga, segera potong tangkai bunga untuk mengalihkan nutrisi ke umbi. Panen dilakukan saat 70-80% daun mulai menguning dan rebah, biasanya umur 60-70 hari tergantung varietas.