Cara Merawat Bawang Merah Agar Subur & Sehat

Panduan lengkap merawat bawang merah dari penyiraman, pemupukan, hingga pengendalian gulma agar umbi besar dan berkualitas.

Jawaban singkat

Merawat bawang merah dimulai dengan penyiraman yang tepat. Pada musim kemarau, siram 2 kali sehari (pagi dan sore) dengan volume 5-7 liter per meter persegi. Saat musim hujan, kurangi menjadi 1 kali sehari atau sesuai kondisi tanah, pastikan drainase baik agar umbi tidak busuk. Penyiraman berlebihan saat pembentukan umbi (usia 30-50 hari) dapat memicu serangan jamur.

Ringkas: Bawang Merah

Cahaya
Sinar matahari penuh (8-10 jam/hari)
Penyiraman
2 kali sehari pada fase awal, 1 kali sehari menjelang panen
Musim
Musim kemarau (Mei - September)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Drainase tanah sangat penting; bawang merah menyukai panas terik namun tidak tahan genangan air.

Pemupukan susulan sangat penting. Berikan pupuk NPK 16-16-16 dosis 200-300 kg/ha pada umur 14 dan 28 hari setelah tanam (HST). Sebagai pupuk organik, tambahkan pupuk kandang matang 10-15 ton/ha saat olah tanah. Untuk merangsang pembentukan umbi, semprotkan pupuk daun berkadar kalium tinggi (misal KNO3) pada umur 35 dan 45 HST sesuai dosis anjuran di label.

Pengendalian gulma harus dilakukan rutin. Lakukan penyiangan manual pada umur 15 dan 30 HST, atau gunakan mulsa jerami setebal 5-7 cm untuk menekan gulma dan menjaga kelembaban. Di lahan luas, aplikasi herbisida pra-tumbuh (misal oksifluorfen) sesuai dosis label pada 1-3 HST, namun konsultasikan dengan penyuluh BPP setempat untuk rekomendasi spesifik.

Pembumbunan (penimbunan tanah di pangkal batang) dilakukan pada umur 30-40 HST untuk memperkuat perakaran dan mendorong pembesaran umbi. Lakukan setelah penyiangan, dengan hati-hati agar tidak merusak umbi. Jika muncul bunga, segera potong tangkai bunga untuk mengalihkan nutrisi ke umbi. Panen dilakukan saat 70-80% daun mulai menguning dan rebah, biasanya umur 60-70 hari tergantung varietas.

Langkah-langkah

  1. Siram secara teratur: kemarau 2x sehari, hujan 1x sehari atau sesuai kondisi.
  2. Pupuk susulan NPK 16-16-16 200-300 kg/ha pada 14 dan 28 HST, tambah pupuk daun K tinggi pada 35 dan 45 HST.
  3. Siangi gulma pada 15 dan 30 HST, beri mulsa jerami 5-7 cm untuk menekan gulma.
  4. Lakukan pembumbunan pada umur 30-40 HST dan potong tangkai bunga jika muncul.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa kali pemupukan susulan yang ideal untuk bawang merah?

Pemupukan susulan dilakukan 2 kali, yaitu pada umur 14 dan 28 HST dengan NPK 16-16-16. Tambahan pupuk daun K tinggi bisa diberikan pada 35 dan 45 HST.

Apa tanda bawang merah kekurangan air?

Daun menguning, layu, dan pertumbuhan terhambat. Pada musim kemarau, siram 2 kali sehari pagi dan sore.

Bagaimana cara mengatasi gulma tanpa herbisida?

Gunakan mulsa jerami setebal 5-7 cm atau lakukan penyiangan manual pada 15 dan 30 HST.

Kapan waktu yang tepat untuk membumbun bawang merah?

Pembumbunan dilakukan pada umur 30-40 HST, setelah penyiangan, untuk memperkuat perakaran dan memperbesar umbi.

Apakah bunga bawang merah perlu dipotong?

Ya, segera potong tangkai bunga saat muncul agar nutrisi terfokus ke umbi, bukan ke biji.

Berapa dosis pupuk kandang yang dianjurkan?

Pupuk kandang matang diberikan 10-15 ton/ha saat olah tanah, dicampur merata.

Lebih lanjut tentang Bawang Merah

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.