Bawang Merah, Cara Merawat Bawang Merah Agar Subur dan Hasil Panen Melimpah
Arina Krasnikova / Pexels

Cara Merawat Bawang Merah Agar Subur dan Hasil Panen Melimpah

Merawat bawang merah membutuhkan keteraturan penyiraman, pemupukan berimbang, dan penyiangan gulma agar umbi tumbuh membesar dan sehat.

Jawaban singkat

Perawatan awal bawang merah berfokus pada penyiraman konsisten, terutama pada umur 1 hingga 30 hari setelah tanam (HST). Pada musim kemarau, penyiraman dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi pukul 07.00 dan sore pukul 16.00 dengan volume air secukupnya agar tanah lembap tetapi tidak tergenang. Memasuki musim hujan, penyiraman difokuskan untuk membilas daun dari sisa air hujan guna mencegah penularan spora jamur.

Ringkas: Bawang Merah

Cahaya
Sinar matahari penuh (8-10 jam/hari)
Penyiraman
2 kali sehari pada fase awal, 1 kali sehari menjelang panen
Musim
Musim kemarau (Mei - September)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Drainase tanah sangat penting; bawang merah menyukai panas terik namun tidak tahan genangan air.

Pemupukan susulan sangat menentukan pembentukan umbi bawang merah yang berukuran besar dan berbobot. Berikan pupuk susulan pertama pada usia 10-15 HST untuk merangsang pertumbuhan daun, dilanjutkan pemupukan kedua pada usia 30-35 HST menggunakan kombinasi unsur hara yang tinggi Kalium untuk memicu pembesaran umbi. Aplikasikan pupuk dengan cara ditugal atau ditabur di sela barisan tanaman sebanyak 10-15 gram per meter persegi bedengan.

Penyiangan gulma harus dilakukan secara manual setiap 10-14 hari sekali agar tidak terjadi perebutan nutrisi dan sinar matahari. Gulma yang dibiarkan tumbuh liar di sekitar bedengan akan menjadi sarang hama dan memicu kelembapan berlebih yang menyulitkan pembentukan umbi. Lakukan pula pembumbunan tanah pada umur 30 HST untuk menutup umbi yang mulai menyembul ke permukaan tanah.

Pengelolaan drainase menjadi kunci utama menjaga kesehatan akar dan umbi bawang merah di wilayah tropis Indonesia. Buat parit antarbedengan dengan kedalaman minimal 30-40 centimeter agar air hujan cepat mengalir dan tidak menggenangi perakaran. Sanitasi lahan secara rutin dengan membersihkan daun-daun tua atau membusuk dapat menekan risiko penularan penyakit busuk umbi hingga waktu panen tiba pada umur 60-70 HST.

Langkah-langkah

  1. Lakukan penyiraman rutin 1-2 kali sehari sesuai kondisi cuaca, pastikan media tanah tetap lembap namun bebas dari genangan air.
  2. Aplikasikan pupuk susulan pertama pada umur 10-15 HST dan pupuk susulan kedua pada umur 30-35 HST di sela barisan tanaman.
  3. Bersihkan gulma pengganggu di sekitar bedengan secara manual setiap 2 minggu sekali agar sirkulasi udara dan sinar matahari optimal.
  4. Lakukan pembumbunan tanah pada umur 30 HST untuk memperkuat posisi umbi serta melindungi umbi dari paparan sinar matahari langsung.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa kali penyiraman bawang merah yang ideal saat musim hujan?

Saat musim hujan, penyiraman difokuskan untuk membilas daun dari guyuran air hujan, cukup dilakukan 1 kali sehari atau segera setelah hujan reda untuk membersihkan spora jamur.

Kapan waktu terbaik melakukan pemupukan susulan pada bawang merah?

Pemupukan susulan terbaik dilakukan pada umur 10-15 HST untuk fase vegetatif dan umur 30-35 HST untuk mendorong pembentukan serta pembesaran umbi.

Mengapa umbi bawang merah saya ukurannya kecil saat dipanen?

Umbi kecil biasanya disebabkan oleh kurangnya paparan sinar matahari penuh, naungan gulma, atau kekurangan unsur hara Kalium pada fase generatif mulai umur 30 HST.

Apakah pembumbunan wajib dilakukan dalam perawatan bawang merah?

Ya, pembumbunan sangat dianjurkan pada umur 30 HST untuk menutup umbi yang timbul ke permukaan, merangsang pembesaran umbi, dan memperkokoh perakaran tanaman.

Lebih lanjut tentang Bawang Merah

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.