Penyakit Bawang Merah: Gejala & Cara Mengobati

Panduan diagnosis diferensial untuk penyakit utama bawang merah di musim hujan, lengkap dengan ciri pembeda dan solusi praktis.

Jawaban singkat

Musim hujan di Indonesia meningkatkan risiko penyakit jamur dan bakteri pada bawang merah. Tiga penyakit yang paling sering muncul adalah bercak ungu (Alternaria porri), trotol (Colletotrichum gloeosporioides), dan layu bakteri (Pseudomonas gladioli pv. alliicola). Masing-masing memiliki pola serangan dan gejala khas yang perlu dibedakan agar penanganan tepat.

Ringkas: Bawang Merah

Cahaya
Sinar matahari penuh (8-10 jam/hari)
Penyiraman
2 kali sehari pada fase awal, 1 kali sehari menjelang panen
Musim
Musim kemarau (Mei - September)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Drainase tanah sangat penting; bawang merah menyukai panas terik namun tidak tahan genangan air.

Bercak ungu menyerang daun dengan bercak kecil putih kemudian melebar jadi ungu kecokelatan, sering disertai tepi kuning. Penyakit ini menyebar cepat saat kelembapan tinggi (di atas 90%) dan suhu 20-30°C. TrotoL menyebabkan daun patah dan umbi membusuk dengan bintik hitam seperti jelaga. Layu bakteri membuat daun layu mendadak, pangkal batang lembek, dan berbau busuk. Perhatikan bau: bercak ungu tidak berbau, trotol agak asam, layu bakteri busuk menyengat.

Untuk pengendalian, utamakan praktik kultur teknis: tanam varietas tahan (Tiron, Bima Curut), atur drainase, jangan terlalu rapat (jarak 15x15 cm), dan rotasi tanaman minimal 2 musim. Saat gejala awal, buang tanaman sakit dan musnahkan. Untuk bercak ungu, semprot fungisida berbahan aktif mancozeb atau propineb sesuai label. TrotoL memerlukan fungisida berbahan aktif benomil atau karbendazim. Layu bakteri tidak ada obat kimia; cabut dan bakar, lalu beri kapur dolomit 2 ton/ha sebelum tanam berikutnya.

Pencegahan terbaik adalah pengelolaan air: di musim hujan, buat bedengan tinggi 30-40 cm dan parit keliling. Gunakan mulsa jerami untuk mengurangi percikan air. Pemupukan berimbang (N:P:K = 15:15:15) 300-400 kg/ha dan tambahkan pupuk kandang 10-20 ton/ha. Pantau cuaca; jika hujan terus, semprot fungisida preventif setiap 7-10 hari. Jangan lupa konsultasi dengan BPP setempat untuk rekomendasi lokal.

Penyebab & Cara Mengatasi

Bercak Ungu (Alternaria porri)

Ciri: Bercak kecil putih pada daun, melebar jadi ungu dengan tepi kuning. Daun kering dari ujung. Tidak berbau.

Solusi: Buang daun sakit. Semprot fungisida mancozeb atau propineb setiap 7-10 hari saat gejala awal. Perbaiki drainase.

Trotol (Colletotrichum gloeosporioides)

Ciri: Daun patah, bintik hitam seperti jelaga pada daun dan umbi. Umbi busuk berair, agak asam.

Solusi: Cabut tanaman sakit. Semprot fungisida benomil atau karbendazim. Rotasi dengan non-bawang minimal 2 tahun.

Layu Bakteri (Pseudomonas gladioli pv. alliicola)

Ciri: Daun layu mendadak, pangkal batang lembek, umbi busuk basah, berbau busuk menyengat.

Solusi: Cabut dan bakar tanaman sakit. Beri kapur dolomit 2 ton/ha. Tidak ada fungisida efektif. Hindari genangan.

Langkah-langkah

  1. Amati gejala pada daun dan umbi: perhatikan warna bercak, ada/tidaknya bau, dan tekstur busuk.
  2. Bedakan dengan ciri pembeda: bercak ungu (tidak bau, tepi kuning), trotol (bintik hitam, bau asam), layu bakteri (busuk basah, bau busuk).
  3. Lakukan tindakan sesuai penyebab: buang tanaman sakit, perbaiki drainase, dan aplikasi fungisida spesifik jika diperlukan.
  4. Terapkan pencegahan: varietas tahan, bedengan tinggi, mulsa, rotasi tanaman, dan pemupukan berimbang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa perbedaan bercak ungu dan trotol pada daun bawang merah?

Bercak ungu menghasilkan bercak dengan tepi kuning dan tidak berbau, sedangkan trotol menimbulkan bintik hitam seperti jelaga dan bau asam. TrotoL juga membuat daun mudah patah.

Bisakah penyakit bawang merah menular ke tanaman lain seperti cabai?

Alternaria porri dan Colletotrichum gloeosporioides bisa menyerang bawang putih dan bawang bombay, tetapi jarang ke cabai. Layu bakteri Pseudomonas gladioli pv. alliicola spesifik pada bawang.

Apakah penggunaan fungisida alami efektif untuk penyakit bawang merah?

Fungisida alami seperti ekstrak bawang putih atau serai bisa membantu pencegahan, tetapi kurang efektif untuk serangan berat. Sebaiknya kombinasikan dengan fungisida kimia sesuai anjuran.

Mengapa penyakit bawang merah lebih sering muncul di musim hujan?

Kelembapan tinggi dan percikan air hujan memudahkan penyebaran spora jamur dan bakteri. Suhu 20-30°C juga mendukung perkembangan patogen.

Bagaimana cara menyimpan umbi bawang merah yang terkena penyakit agar tidak menyebar?

Jangan campur umbi sakit dengan sehat. Pisahkan, jemur di tempat teduh, dan pastikan kering. Jika busuk, segera musnahkan. Simpan umbi sehat di tempat kering bersuhu 25-30°C.

Apakah varietas bawang merah lokal lebih tahan penyakit?

Varietas lokal seperti Bima Curut dan Tiron cukup tahan terhadap bercak ungu, tetapi tetap rentan terhadap trotol dan layu bakteri. Pilih varietas yang adaptif di daerah Anda.

Lebih lanjut tentang Bawang Merah

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.