Bercak ungu menyerang daun dengan bercak kecil putih kemudian melebar jadi ungu kecokelatan, sering disertai tepi kuning. Penyakit ini menyebar cepat saat kelembapan tinggi (di atas 90%) dan suhu 20-30°C. TrotoL menyebabkan daun patah dan umbi membusuk dengan bintik hitam seperti jelaga. Layu bakteri membuat daun layu mendadak, pangkal batang lembek, dan berbau busuk. Perhatikan bau: bercak ungu tidak berbau, trotol agak asam, layu bakteri busuk menyengat.
Untuk pengendalian, utamakan praktik kultur teknis: tanam varietas tahan (Tiron, Bima Curut), atur drainase, jangan terlalu rapat (jarak 15x15 cm), dan rotasi tanaman minimal 2 musim. Saat gejala awal, buang tanaman sakit dan musnahkan. Untuk bercak ungu, semprot fungisida berbahan aktif mancozeb atau propineb sesuai label. TrotoL memerlukan fungisida berbahan aktif benomil atau karbendazim. Layu bakteri tidak ada obat kimia; cabut dan bakar, lalu beri kapur dolomit 2 ton/ha sebelum tanam berikutnya.
Pencegahan terbaik adalah pengelolaan air: di musim hujan, buat bedengan tinggi 30-40 cm dan parit keliling. Gunakan mulsa jerami untuk mengurangi percikan air. Pemupukan berimbang (N:P:K = 15:15:15) 300-400 kg/ha dan tambahkan pupuk kandang 10-20 ton/ha. Pantau cuaca; jika hujan terus, semprot fungisida preventif setiap 7-10 hari. Jangan lupa konsultasi dengan BPP setempat untuk rekomendasi lokal.