Pertama, periksa pola kekuningan. Jika kuning merata di seluruh daun tua, kemungkinan besar kekurangan nitrogen (N). Daun muda tetap hijau. Ini umum terjadi di tanah miskin hara atau setelah panen berulang. Kedua, jika kuning di sela-sela tulang daun (interveinal) pada daun muda, curigai kekurangan magnesium (Mg) atau besi (Fe). Mg sering terjadi di tanah masam dengan pH rendah, sedangkan Fe pada tanah alkalis atau drainase buruk.
Ketiga, amati apakah ada bercak atau tepi daun mengering. Bercak coklat kehitaman dengan halo kuning menandakan penyakit antraknosa (Colletotrichum spp.), yang marak di musim hujan. Jika ada serangga kecil seperti kutu putih atau tungau di permukaan bawah daun, penyebabnya adalah hama penghisap cairan daun. Kutu putih (Planococcus spp.) menghasilkan embun madu yang memicu jamur jelaga, membuat daun hitam dan kuning.
Terakhir, jangan lupa faktor lingkungan. Drainase buruk menyebabkan akar busuk, daun menguning dan layu. Di musim kemarau, stres air juga memicu daun kuning dan rontok. Pastikan saluran air baik dan beri mulsa untuk menjaga kelembaban tanah. Untuk semua kasus, hindari penggunaan pestisida kimia sembarangan. Konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat atau BPP untuk diagnosis pasti dan rekomendasi dosis yang tepat.