Daun Kina Menguning: Penyebab & Cara Mengatasi

Daun kina menguning bisa disebabkan oleh defisiensi hara, serangan hama, atau penyakit; berikut diagnosis dan solusinya.

Jawaban singkat

Daun kina yang menguning (klorosis) seringkali membuat petani cemas. Namun, jangan panik dulu. Ada beberapa kemungkinan penyebab yang perlu kita bedakan agar penanganannya tepat. Di Indonesia, kina banyak ditanam di dataran tinggi Jawa Barat dan Jawa Timur, dengan curah hujan tinggi. Gejala kuning bisa muncul di musim hujan maupun kemarau, tergantung penyebabnya.

Ringkas: Kina

Cahaya
Naungan 50% pada bibit, dewasa membutuhkan sinar matahari penuh.
Penyiraman
Siram 2 kali sehari saat pembibitan, 2-3 hari sekali pada musim kemarau setelah tanam.
Musim
Tanam awal musim hujan (Okt-Nov), panen musim kemarau (Jun-Agu).
Tingkat Kesulitan
Sedang

Kina membutuhkan perawatan rutin dan kesabaran karena masa panen relatif lama.

Pertama, periksa pola kekuningan. Jika kuning merata di seluruh daun tua, kemungkinan besar kekurangan nitrogen (N). Daun muda tetap hijau. Ini umum terjadi di tanah miskin hara atau setelah panen berulang. Kedua, jika kuning di sela-sela tulang daun (interveinal) pada daun muda, curigai kekurangan magnesium (Mg) atau besi (Fe). Mg sering terjadi di tanah masam dengan pH rendah, sedangkan Fe pada tanah alkalis atau drainase buruk.

Ketiga, amati apakah ada bercak atau tepi daun mengering. Bercak coklat kehitaman dengan halo kuning menandakan penyakit antraknosa (Colletotrichum spp.), yang marak di musim hujan. Jika ada serangga kecil seperti kutu putih atau tungau di permukaan bawah daun, penyebabnya adalah hama penghisap cairan daun. Kutu putih (Planococcus spp.) menghasilkan embun madu yang memicu jamur jelaga, membuat daun hitam dan kuning.

Terakhir, jangan lupa faktor lingkungan. Drainase buruk menyebabkan akar busuk, daun menguning dan layu. Di musim kemarau, stres air juga memicu daun kuning dan rontok. Pastikan saluran air baik dan beri mulsa untuk menjaga kelembaban tanah. Untuk semua kasus, hindari penggunaan pestisida kimia sembarangan. Konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat atau BPP untuk diagnosis pasti dan rekomendasi dosis yang tepat.

Penyebab & Cara Mengatasi

Kekurangan Nitrogen (N)

Ciri: Daun tua menguning merata, daun muda tetap hijau. Tanaman tumbuh kerdil.

Solusi: Aplikasi pupuk urea atau ZA sesuai dosis anjuran. Untuk jangka panjang, perbaiki kesuburan tanah dengan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang.

Kekurangan Magnesium (Mg) atau Besi (Fe)

Ciri: Mg: kuning di sela tulang daun (interveinal) pada daun tua. Fe: kuning pada daun muda, tulang daun tetap hijau.

Solusi: Mg: beri dolomit atau kieserit. Fe: semprot kelat besi (Fe-EDTA) atau perbaiki drainase. Lakukan uji tanah untuk pH dan ketersediaan hara.

Penyakit Antraknosa (Colletotrichum spp.)

Ciri: Bercak coklat kehitaman dengan lingkaran kuning di tepi, sering pada daun muda. Muncul di musim hujan.

Solusi: Pangkas bagian terinfeksi, perbaiki sirkulasi udara. Gunakan fungisida berbahan aktif tembaga atau mankozeb sesuai label. Konsultasi dengan BPP setempat.

Hama Penghisap (Kutu Putih, Tungau)

Ciri: Daun kuning tidak merata, ada bintik kuning kecil, permukaan bawah daun terdapat serangga atau lapisan lilin putih. Daun melengkung.

Solusi: Semprot insektisida nabati seperti minyak neem atau air sabun. Jika parah, gunakan insektisida sistemik sesuai anjuran. Perhatikan musuh alami seperti kumbang Coccinellidae.

Drainase Buruk / Akar Busuk

Ciri: Daun menguning dan layu, terutama di musim hujan. Akar berwarna coklat kehitaman, berbau busuk.

Solusi: Perbaiki drainase dengan membuat saluran air atau guludan. Kurangi frekuensi penyiraman. Aplikasi fungisida tanah jika perlu, konsultasi dengan penyuluh.

Langkah-langkah

  1. Amati pola kekuningan: merata (defisiensi N) atau interveinal (defisiensi Mg/Fe), bercak (antraknosa), atau ada serangga (hama).
  2. Periksa kondisi tanah: pH, drainase, dan riwayat pemupukan. Lakukan uji tanah sederhana atau kirim sampel ke BPP.
  3. Lakukan tindakan korektif sesuai diagnosis: pemupukan, perbaikan drainase, pemangkasan, atau pengendalian hama/penyakit.
  4. Pantau perkembangan selama 1-2 minggu. Jika tidak membaik, konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun kina yang menguning bisa sembuh total?

Ya, jika penyebabnya diketahui dan ditangani tepat. Defisiensi hara bisa diperbaiki dengan pemupukan, hama/penyakit bisa dikendalikan. Namun, jika sudah parah, daun yang rusak tidak akan kembali hijau, tetapi pertumbuhan baru akan sehat.

Kapan waktu terbaik memupuk kina?

Pemupukan utama dilakukan awal musim hujan (Oktober-Desember) dan setelah panen (Juli-Agustus). Untuk defisiensi, bisa dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan.

Apakah kina tahan kekeringan?

Kina membutuhkan curah hujan 1500-2500 mm/tahun. Di musim kemarau, penyiraman diperlukan jika tanah kering. Stres air bisa menyebabkan daun kuning dan gugur.

Bagaimana cara membedakan kekurangan Mg dan Fe?

Kekurangan Mg muncul pada daun tua dengan pola kuning di sela tulang daun. Kekurangan Fe muncul pada daun muda, dengan tulang daun tetap hijau. Uji tanah bisa memastikan.

Apakah antraknosa bisa menular ke tanaman lain?

Ya, spora jamur dapat menyebar melalui air hujan, angin, atau alat pertanian. Segera isolasi tanaman sakit dan jangan memindahkan alat dari area sakit ke sehat tanpa disinfeksi.

Apa musuh alami kutu putih pada kina?

Kumbang Coccinellidae (kepik), larva lacewing, dan parasitoid seperti Encarsia spp. Hindari insektisida spektrum luas yang membunuh musuh alami.

Lebih lanjut tentang Kina

Panduan terkait

Daun Menguning, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.