Penyebab paling umum adalah kekurangan unsur hara, terutama nitrogen (N) dan magnesium (Mg). Daun yang menguning akibat defisiensi N biasanya dimulai dari daun tua dan merata, sedangkan defisiensi Mg menyebabkan klorosis di antara tulang daun. Solusinya adalah pemupukan berimbang dengan pupuk NPK (15-15-15) sebanyak 200-300 gram per pohon per tahun, dibagi dua kali aplikasi (awal dan akhir musim hujan). Untuk defisiensi Mg, tambahkan dolomit atau kieserit sesuai dosis anjuran setempat.
Penyebab kedua adalah serangan hama penggerek batang (Plocaederus spp.) yang menyebabkan daun menguning dan layu. Ciri khasnya adalah adanya lubang gerekan pada batang dan keluarnya getah atau serbuk gergaji. Pengendalian dilakukan dengan sanitasi kebun, memotong dan membakar bagian terserang, serta memasang feromon atau perangkap cahaya. Jika serangan parah, konsultasikan dengan BPP setempat untuk rekomendasi insektisida sistemik yang tepat.
Penyebab ketiga adalah penyakit akar yang disebabkan jamur Rigidoporus microporus (jamur akar putih). Daun menguning secara bertahap, diikuti layu dan kematian pohon. Pada akar terdapat miselium putih seperti kipas. Penanganan meliputi pembuatan saluran drainase untuk mengurangi kelembaban, mencabut dan membakar pohon sakit, serta memberikan agens hayati Trichoderma spp. di sekitar perakaran. Hindari penanaman kembali di lubang yang sama tanpa perlakuan tanah.