Selain faktor cuaca, defisiensi unsur hara makro seperti nitrogen dan kalium menjadi pemicu utama gejala kuning pada tajuk cengkeh. Pemberian pupuk organik sebanyak 20 sampai 30 kilogram per pohon yang diberikan dua kali setahun, yaitu pada awal dan akhir musim hujan, sangat krusial untuk menjaga ketahanan sel daun saat memasuki jeda kemarau panjang.
Penyebab yang lebih mematikan adalah penyakit Bakteri Pembuluh Kayu Cengkeh (BPKC) yang ditularkan oleh serangga vektor. Serangan BPKC ditandai dengan daun menguning secara bertahap dari satu cabang utama sebelum akhirnya gugur dan menyebabkan ranting mati mengering dalam waktu 2 hingga 6 bulan jika tidak ditangani secara terpadu.
Untuk mengendalikan masalah ini, pekebun perlu menerapkan pembuatan rorak berukuran 1 x 0,4 x 0,4 meter di sekitar piringan pohon serta pemberian mulsa organik setebal 5 sampai 10 centimeter saat kemarau tiba. Kombinasi sanitasi kebun, pemangkasan cabang kering, dan pemeliharaan tanah secara teratur setiap 3 bulan sekali dapat mengembalikan kesegaran daun cengkeh secara berkelanjutan.




