Penyebab paling sering adalah kekurangan nitrogen (N) yang ditandai dengan daun tua menguning merata, dimulai dari bawah. Pada tanah berpasir atau lahan yang terus-menerus ditanami tanpa pemupukan, gejala ini muncul 2-3 bulan setelah musim hujan. Solusinya adalah pemupukan dengan pupuk kandang atau kompos sebanyak 10-15 kg per pohon setiap 6 bulan, dan pupuk urea sesuai dosis anjuran dari BPP setempat.
Penyebab kedua adalah serangan kutu putih (Pseudococcus spp.) atau tungau (Tetranychus spp.) yang menghisap cairan daun, menyebabkan bercak kuning pucat dan daun menggulung. Periksa permukaan bawah daun; jika ada serangga kecil atau sarang laba-laba, segera semprot dengan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau konsultasi ke penyuluh untuk bahan kimia yang tepat. Lakukan penyemprotan pada pagi atau sore hari.
Penyebab ketiga adalah penyakit antraknosa akibat jamur Colletotrichum yang menyerang saat musim hujan berkepanjangan. Gejalanya berupa bercak coklat kehitaman di tepi daun yang kemudian menguning dan rontok. Pangkas bagian yang sakit dan kumpulkan daun jatuh untuk dibakar. Perbaiki drainase dan jangan tanam terlalu rapat. Jika parah, konsultasi ke BPP untuk fungisida yang sesuai.