Pengamatan secara rutin perlu dilakukan minimal 2 minggu sekali pada musim hujan terhadap blok pertanaman karet. Ciri fisik awal pada tajuk ditandai dengan daun memucat, menguning secara bertahap, dan gugur prematur sebelum waktunya. Jika dilakukan penggalian tanah sejauh 30 hingga 50 sentimeter di sekitar pangkal batang, akan terlihat jaringan akar utama dan akar tunggang yang membusuk, berbau tajam, serta diselimuti oleh benang-benang hifa jamur.
Tindakan pencegahan dan pengendalian mekanis dilakukan dengan membuat parit isolasi sedalam 80 hingga 100 sentimeter di sekeliling pohon yang sakit dan tanaman tetangganya. Pembuatan saluran drainase utama setinggi 60 sentimeter di antar barisan juga efektif mengalirkan kelebihan air hujan agar tanah tidak becek. Pemberian agens hayati seperti Trichoderma sp. sebanyak 100 hingga 200 gram per pohon pada pangkal batang dapat menekan pertumbuhan jamur patogen secara alami.
Pada pohon yang sudah mati total, lakukan pembongkaran tunggul akar secara menyeluruh dan bakar di luar area kebun agar spora tidak menulari tanaman sehat lainnya. Bekas lubang tanam ditaburi kapur pertanian sebanyak 500 gram dan dibiarkan terbuka selama 2 hingga 4 minggu sebelum disulami. Untuk penggunaan bahan kimia fungisida sistemik, oleskan pada leher akar sesuai petunjuk arahan dari Petugas Penyuluh Lapangan setempat.






