Ciri khas Rigidoporus lignosus: miselium putih seperti kipas di permukaan akar dan pangkal batang, tubuh buah berwarna oranye hingga coklat kemerahan di pangkal pohon. Ganoderma spp.: miselium coklat kemerahan, tubuh buah seperti kipas dengan permukaan mengkilap. Gejala di tajuk: daun menguning, layu, rontok, dan akhirnya pohon mati. Pada infeksi parah, akar menjadi lunak dan berwarna coklat kehitaman.
Pengendalian dimulai dengan pencegahan: tanam di lahan drainase baik, hindari bekas hutan dengan sisa kayu, gunakan bibit tahan (misal klon PB 260, IRR 112). Saat tanam, beri jarak tanam 7x3 m dan lubang tanam diisi pupuk kandang. Lakukan sanitasi dengan membongkar pohon mati dan akar terinfeksi, lalu bakar. Untuk area terinfeksi ringan, lakukan pengorekan tanah di sekitar pangkal batang hingga akar terbuka, biarkan kering 2-3 minggu.
Jika ditemukan pohon sakit, segera laporkan ke penyuluh setempat atau BPP. Hindari penggunaan pestisida tanpa diagnosis tepat. Penggunaan fungisida harus sesuai label dan anjuran petugas. Rotasi tanaman bukan pilihan karena karet tahunan. Fokus pada perbaikan drainase dan sanitasi. Untuk lahan bekas serangan, jangan tanam karet setidaknya 1 tahun, tanam tanaman penutup tanah (kacangan) untuk memperbaiki tanah.