Kerusakan akar hingga level 30 sampai 50 persen akan menunjukkan gejala khas pada tajuk tanaman, seperti pelepah daun bagian bawah yang menguning prematur, terkulai membungkus batang, serta pembentukan janur baru yang terhambat. Jika pangkal batang digali setebal 20 hingga 30 cm, akar kelapa yang terinfeksi akan tampak berwarna cokelat kehitaman, berbau busuk, dan mudah terkelupas saat dipegang.
Langkah awal pencegahan yang mutlak dilakukan adalah pembuatan saluran drainase cacing atau parit keliling berkedalaman 60 hingga 80 cm di antara barisan tanaman kelapa. Saluran air ini berfungsi menurunkan muka air tanah agar perakaran kelapa tetap mendapat aerasi yang cukup meski hujan turun deras selama beberapa hari berturut-turut.
Untuk mengendalikan infeksi patogen tanah, pembersihan sisa-sisa organik yang membusuk di sekitar piringan pohon harus dilakukan secara berkala setiap 2 minggu sekali. Pemberian agens hayati seperti jamur antagonis Trichoderma spp. sebanyak 100 hingga 200 gram per pohon yang dicampur dengan pupuk kandang matang terbukti efektif menekan pertumbuhan patogen serta merangsang pembentukan akar baru.






