Gejala awal busuk akar pada kelapa sering kali terabaikan karena terjadi di dalam tanah, namun dampaknya terlihat jelas pada tajuk tanaman. Daun-daun muda mulai menguning, pertumbuhan pelepah melambat, dan buah kelapa rontok prematur sebelum waktunya matang. Jika tidak ditangani secara tepat, kondisi ini akan berkembang menjadi kelayuan total, di mana seluruh pelepah menggantung lemas menyerupai payung terbuka sebelum akhirnya pohon tumbang akibat kehilangan jangkar akar.
Langkah penanganan utama di lapangan adalah memperbaiki sistem drainase makro dan mikro di sekitar kebun kelapa secara berkala. Pembuatan parit keliling dengan kedalaman 50 sentimeter dan lebar 40 sentimeter sangat efektif untuk membuang kelebihan air hujan dari piringan pohon dalam waktu maksimal 24 jam setelah hujan reda. Selain itu, pemberian bahan organik matang sebanyak 15 kilogram per pohon setiap enam bulan sekali dapat memperbaiki aerasi tanah sekaligus meningkatkan populasi mikroorganisme baik penekan patogen.
Pencegahan jangka panjang harus menjadi prioritas bagi setiap pekebun kelapa di daerah tropis untuk menghindari kerugian ekonomi yang besar. Hindari pemupukan kimia berlebihan yang dapat meningkatkan keasaman tanah serta lakukan pembersihan gulma di piringan pohon secara manual atau mekanis tanpa melukai akar utama. Dengan menjaga kesehatan fisik dan kimiawi tanah secara konsisten, tanaman kelapa akan memiliki sistem perakaran yang kokoh dan tahan terhadap tekanan lingkungan selama musim penghujan.