Gejala awal pembusukan akar dapat teramati pada bagian tajuk tanaman, di mana pelepah bagian bawah menguning dan patah menggantung di sekitar batang hingga tiga sampai lima tingkat pelepah. Pembentukan tandan buah segar juga mengalami penurunan drastis, dengan ukuran janjang yang memungut air lebih sedikit sehingga bobotnya menyusut hingga tiga puluh persen. Jika piringan digali sejauh lima puluh sentimeter dari pangkal batang, akar serabut terlihat berwarna hitam lunak dan berbau membusuk.
Pengelolaan sistem drainase merupakan langkah vital untuk mengendalikan pembusukan akar di perkebunan sawit. Pembuatan parit sekunder dengan kedalaman satu koma dua hingga satu koma lima meter serta parit cacing di antara dua barisan tanaman harus dibersihkan dari endapan lumpur minimal dua kali dalam setahun, yakni menjelang puncak musim hujan. Selain itu, penimbunan pangkal batang atau pembumbunan setinggi dua puluh sentimeter membantu merangsang pertambahan akar baru yang sehat.
Pengendalian penyakit berbasis hayati dianjurkan menggunakan jamur antagonis seperti Trichoderma spp. yang diaplikasikan sebanyak seratus lima puluh hingga dua ratus gram per pohon setiap enam bulan sekali. Pemberian bahan organik ini sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan saat kelembaban tanah optimal agar mikroorganisme menguntungkan dapat berkembang pesat dan menekan populasi patogen tular tanah secara alami.






