Dalam mengidentifikasi masalah ini secara tepat, kita perlu melihat gejala tajuk daun yang menyertai kerusakan di bawah tanah. Tanaman sawit yang mengalami busuk akar biasanya menunjukkan gejala daun menguning pada pelepah tua, pertumbuhan tombak melambat, dan pada tingkat lanjut terjadi pembusukan pangkal batang. Jika tidak segera ditangani dengan perbaikan drainase dan sanitasi, produktivitas TBS (Tandan Buah Segar) akan merosot tajam hingga menyebabkan kematian tanaman.
Langkah awal penanganan di lapangan adalah membongkar sistem drainase sekitar tanaman sawit dengan membuat parit keliling atau rorak untuk membuang kelebihan air. Pengendalian kultur teknis ini harus dibarengi dengan aplikasi bahan organik matang yang kaya mikroorganisme antagonis guna menekan populasi jamur patogen di dalam tanah. Pemupukan harus disesuaikan, menghindari penggunaan pupuk nitrogen berlebih yang dapat mempercepat pelunakkan jaringan tanaman saat musim hujan.
Pekebun juga perlu memperhatikan kebersihan piringan pohon dari gulma yang dapat menjadi inang alternatif bagi patogen akar. Pemeriksaan rutin secara berkala minimal dua minggu sekali pada tanaman di area rendah atau cekungan sangat dianjurkan untuk mendeteksi gejala dini sebelum meluas ke blok pertanaman lainnya. Konsultasi dengan petugas penyuluh pertanian lapangan di BPP setempat sangat disarankan untuk mendapatkan rekomendasi penanganan lanjutan yang paling efektif.