Gejala awal busuk akar pada lada biasanya ditandai dengan daun yang menguning, kusam, dan mulai rontok secara perlahan tanpa ada gejala layu pada tangkai daun. Jika pangkal batang atau area perakaran dibongkar, kita akan menemukan jaringan akar yang berubah warna menjadi cokelat kehitaman, lunak, berbau busuk, dan kulit akar mudah terkelupas dari kayu utamanya. Penurunan kapasitas akar dalam menyerap air dan unsur hara ini pada akhirnya akan memicu kematian tanaman secara serentak di satu areal kebun dalam waktu beberapa minggu saja.
Sebagai langkah penanganan preventif maupun kuratif di lapangan, petani harus segera membuat saluran drainase atau parit keliling di sekitar tanaman lada untuk membuang kelebihan air hujan. Hindari pemupukan menggunakan bahan organik yang belum matang sempurna karena dapat memancing aktivitas jamur patogen di dalam tanah. Pemangkasan cabang bawah yang terlalu rimbun juga sangat dianjurkan untuk meningkatkan pencahayaan matahari langsung ke permukaan tanah, sehingga kelembapan mikro di sekitar pangkal batang lada dapat ditekan secara signifikan.
Apabila serangan busuk akar sudah telanjur meluas, tindakan eradikasi atau pencabutan tanaman yang terserang berat harus segera dilakukan untuk mencegah penularan ke tanaman lada sehat di sekitarnya. Lubang bekas tanaman yang sakit perlu ditaburi kapur pertanian untuk menaikkan pH tanah dan menekan populasi patogen, lalu dibiarkan terbuka terkena sinar matahari selama minimal dua pekan sebelum ditanami kembali. Rotasi tanaman atau penanaman cover crop tertentu juga terbukti efektif untuk memutus siklus hidup jamur patogen tular tanah di lahan perkebunan lada Anda.