Cengkeh, Penyakit Cengkeh: Gejala & Cara Mengobati dengan Diagnosis Diferensial
Piotr Wojnowski / Pexels

Penyakit Cengkeh: Gejala & Cara Mengobati dengan Diagnosis Diferensial

Diagnosis tepat penyakit cengkeh pada musim hujan sangat penting untuk mencegah kerugian panen dan kematian tanaman secara masal di perkebunan Anda.

Jawaban singkat

Musim hujan dengan curah hujan melebihi 200 mm per bulan membawa kelembapan tinggi yang memicu berkembangnya berbagai penyakit cengkeh di Indonesia. Petani cengkeh sering kali keliru membedakan antara serangan bakteri pembuluh kayu, jamur daun, dan penyakit akar karena gejalanya yang tampak serupa dari luar. Pemantauan kebun secara berkala setiap 7 hari sekali menjadi kunci utama untuk menemukan infeksi sejak stadium awal sebelum merusak seluruh tajuk tanaman.

Ringkas: Cengkeh

Cahaya
Cahaya penuh, minimal 6 jam sinar matahari langsung.
Penyiraman
Siram 2-3 kali seminggu saat kemarau, kurangi saat hujan.
Musim
Tanam awal musim hujan (Oktober-Desember), panen Juni-Agustus.
Tingkat Kesulitan
Sedang

Butuh kesabaran karena panen baru dimulai tahun ke-4 atau ke-7.

Penyakit Bakteri Pembuluh Kayu Cengkeh atau BPKC merupakan salah satu ancaman paling mematikan yang ditularkan oleh serangga vektor Hindola. Tanaman yang terinfeksi BPKC akan menunjukkan gejala khas berupa daun gugur mendadak mulai dari bagian pucuk atas tajuk, diikuti matinya ranting secara bertahap. Ketika kayu batang utama dikupas, akan terlihat garis-garis cokelat kemerahan pada jaringan pembuluh angkut yang menandakan penyumbatan aliran nutrisi.

Selain BPKC, musim hujan juga menyuburkan perkembangan Cacar Daun Cengkeh yang disebabkan oleh jamur serta Jamur Akar Putih yang menyerang bagian bawah tanah. Cacar daun ditandai dengan munculnya bintik-bintik kecil kecokelatan pada daun muda yang dapat melubang dan membuat daun gugur sebelum waktunya. Sementara itu, Jamur Akar Putih menyerang sistem perakaran akibat drainase kebun yang buruk, menyebabkan seluruh daun menguning pucat secara perlahan sebelum tanaman akhirnya roboh atau mati total.

Pengendalian penyakit cengkeh yang efektif membutuhkan kombinasi tindakan sanitasi kebun, perbaikan saluran air, dan pemanfaatan agens hayati. Petani disarankan membuat parit drainase seluas 50 cm x 30 cm di antara barisan tanaman untuk mencegah air menggenang. Pemberian pupuk organik yang diperkaya agens hayati Trichoderma sp. sebanyak 10 hingga 15 kg per pohon secara teratur setiap 3 bulan sekali dapat menekan perkembangan patogen tular tanah secara alami.

Penyebab & Cara Mengatasi

Bakteri Pembuluh Kayu Cengkeh (BPKC)

Ciri: Daun mengering dan gugur mulai dari pucuk atas tajuk, kayu saat dikupas memiliki serat berwarna cokelat kemerahan, dan tanaman layu cepat dalam beberapa minggu.

Solusi: Eradikasi tanaman yang terinfeksi berat, kendalikan serangga vektor Hindola dengan perangkap warna kuning, dan siramkan agens hayati Pseudomonas fluorescens pada piringan pohon.

Cacar Daun Cengkeh (CDC)

Ciri: Bercak kecil berwarna cokelat dengan tepi kekuningan pada daun muda, daun mengerut, berlubang di bagian tengah bercak, dan gugur prematur.

Solusi: Lakukan pemangkasan cabang untuk membuka sirkulasi udara tajuk, semprotkan biofungisida berbahan aktif Trichoderma sp., dan hindari pemupukan nitrogen berlebihan.

Jamur Akar Putih (JAP)

Ciri: Daun menguning pucat secara serentak dari bawah ke atas, terdapat benang-benang miselium putih yang menempel erat pada leher akar dan akar utama.

Solusi: Buka tanah di sekitar leher akar, kerok bagian akar yang terinfeksi ringan lalu oleskan bubur bordo atau agens hayati Trichoderma sp., serta buat parit isolasi sedalam 60 cm.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pemeriksaan kebun cengkeh secara menyeluruh minimal seminggu sekali, terutama pada pucuk tajuk dan leher akar.
  2. Buat atau perbaiki parit drainase di sekeliling area blok kebun agar air hujan dapat mengalir lancar dan tidak menggenangi piringan pohon.
  3. Pangkas cabang-cabang yang terlalu rapat atau saling bersentuhan untuk memastikan cahaya matahari masuk hingga 70 persen ke bagian dalam tajuk.
  4. Taburkan kompos kaya materi organik yang dikomposkan bersama Trichoderma sp. pada piringan tajuk sesuai tajuk terluar tanaman.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah tanaman cengkeh yang kena BPKC masih bisa diselamatkan?

Jika infeksi BPKC sudah mencapai batang utama dan tanaman layu lebih dari 50 persen, tanaman sulit diselamatkan dan sebaiknya dieradikasi agar tidak menulari pohon lain.

Mengapa penyakit cengkeh lebih sering menghebat saat musim hujan?

Kelembapan udara yang tinggi dan genangan air tanah menciptakan lingkungan ideal bagi spora jamur dan bakteri untuk berkembang biak dan menyebar cepat.

Bagaimana cara membedakan cengkeh kekurangan air dengan cengkeh terkena penyakit akar?

Cengkeh kekurangan air akan layu namun daun tetap hijau keabu-abuan dan membaik saat disiram, sedangkan akibat penyakit akar daun akan menguning pucat dan leher akar membusuk.

Apakah agens hayati Trichoderma aman digunakan bersamaan dengan pupuk kimia?

Agens hayati Trichoderma sebaiknya tidak diaplikasikan bersamaan dengan pupuk kimia atau fungisida sintetik, beri jeda minimal 7 hingga 10 hari.

Lebih lanjut tentang Cengkeh

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.