Siapkan lahan dengan sistem drainase baik. Buat lubang tanam berukuran 60x60x60 cm dengan jarak tanam 8x8 meter untuk cengkeh zanzibar atau 10x10 meter untuk cengkeh sikotok. Campurkan tanah galian dengan 10-15 kg pupuk kandang matang dan 100 gram dolomit per lubang. Biarkan lubang terbuka selama 2-4 minggu sebelum tanam. Saat menanam, letakkan bibit tepat di tengah lubang, timbun dengan tanah hingga batas leher akar, lalu padatkan perlahan. Beri naungan sementara dari daun kelapa selama 2-3 bulan.
Perawatan meliputi penyiraman 2-3 kali seminggu pada musim kemarau, pemupukan setiap 3 bulan dengan pupuk NPK 16:16:16 sebanyak 200 gram per pohon (untuk tanaman muda), dan pemangkasan cabang yang sakit atau tumbuh ke dalam. Lakukan pengendalian hama seperti penggerek batang (Nothopeus hemipterus) dengan memasukkan kapas berisi alkohol ke lubang gerekan, atau ulat daun (Dasychira inclusa) dengan penyemprotan ekstrak daun mimba 2 minggu sekali. Untuk penyakit busuk akar (Phytophthora), perbaiki drainase dan oleskan fungisida berbahan tembaga pada pangkal batang.
Cengkeh mulai berbunga pada umur 4-5 tahun (zanzibar) atau 6-7 tahun (sikotok). Panen dilakukan saat kuncup bunga berubah dari hijau menjadi merah jambu kemerahan, biasanya pada bulan Juni-Agustus di Jawa. Petik dengan tangan atau gunting, lalu keringkan di bawah sinar matahari selama 3-5 hari atau dengan oven 40°C selama 10-12 jam. Cengkeh kering berkualitas memiliki kadar air maksimal 12% dan minyak atsiri minimal 15%. Hasil panen per pohon dewasa bisa mencapai 10-20 kg cengkeh kering per tahun.