Memasuki fase generatif (30-60 hari setelah tanam), tanaman mulai memproduksi bakal bunga sehingga kebutuhan hara bergeser pada peningkatan unsur Fosfor dan Kalium. Pemupukan susulan dengan cara dikocor dapat diberikan setiap 7 sampai 10 hari sekali menggunakan konsentrasi encer sebanyak 100-150 ml per pot atau polybag. Hindari pemberian pupuk tinggi Nitrogen secara berlebihan pada fase ini karena akan memicu pertumbuhan daun berlebih (vegetatif sekunder) dan menyebabkan bunga mudah gugur.
Pada fase pembuahan dan pembentukan kualitas buah (lebih dari 60 hari setelah tanam), dominasi unsur Kalium, Kalsium, dan Boron sangat diperlukan untuk meningkatkan bobot, ketahanan simpan, serta rasa manis buah stroberi. Jadwal pemupukan kocor dilakukan secara rutin setiap 7 hari sekali pada musim kemarau, dan disesuaikan menjadi 10-14 hari sekali saat musim hujan tinggi guna mencegah penumpukan garam pada media tanam yang terlalu lembap.
Selain pupuk makro, aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) atau penambahan asam humat setiap 2-3 minggu sekali sangat disarankan untuk menjaga populasi mikroba baik di dalam media tanam. Pemupukan berkelanjutan dengan dosis terukur sepanjang tahun menjamin tanaman stroberi tetap produktif menghasilkan buah berkualitas tinggi tanpa mengalami kelelahan nutrisi.





