Kebutuhan air tanaman stroberi sangat krusial namun rentan terhadap kelebihan kelembapan. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman 1 hingga 2 kali sehari pada pagi dan sore hari sebanyak 250 hingga 500 mililiter per pot, tergantung ukuran wadah. Saat musim hujan, penyiraman dapat dikurangi atau ditunda, serta pastikan pot memiliki lubang pembuangan air yang cukup agar media tidak tergenang yang memicu serangan jamur.
Pemupukan berkala wajib dilakukan untuk menunjang pembentukan buah yang manis dan lebat. Berikan pupuk organik cair atau pupuk makro seimbang setiap 7 hingga 10 hari sekali pada fase vegetatif. Ketika tanaman mulai belajar berbunga pada umur 2 hingga 3 bulan setelah tanam, tingkatkan pemupukan dengan unsur hara Kalium dan Fosfat tinggi untuk memperkuat tangkai bunga dan meningkatkan kadar gula pada buah stroberi.
Perawatan rutin yang tidak boleh terlewatkan adalah pemangkasan daun tua dan pangkas sulur vegetatif atau stolon. Sulur yang tumbuh dari induk tanaman sebaiknya dipotong jika Anda fokus pada produksi buah, karena sulur menyerap nutrisi cukup besar. Buang juga 2 hingga 3 daun paling bawah yang sudah menguning atau terserang bercak daun setiap minggu untuk menjaga sirkulasi udara di sekitar mahkota tanaman.





