Penyiraman yang tidak konsisten menjadi pemicu utama stres pada stroberi. Di musim kemarau, tanaman stroberi memerlukan penyiraman secara rutin sebanyak dua kali sehari pada pagi dan sore hari dengan volume sekitar 500 mililiter per rumpun setiap kali siram. Penggunaan mulsa plastik hitam perak sangat dianjurkan untuk menekan penguapan air tanah dan menjaga kelembapan akar tetap stabil.
Selain faktor cuaca, serangan patogen tular tanah seperti Fusarium atau Phytophthora kerap menjadi momok yang mematikan jaringan pembuluh tanaman. Jamur ini menyumbat saluran air di dalam batang, menyebabkan layu permanen yang dimulai dari daun bagian bawah meski media tanam terlihat basah. Sanitasi kebun yang buruk dan penggunaan bibit yang tidak bersertifikat mempercepat penularan penyakit ini antarbedengan.
Pencegahan dan diagnosis dini adalah kunci utama keselamatan kebun stroberi Anda. Pemupukan berlebihan, terutama unsur nitrogen tanpa diimbangi kalium dan kalsium, juga dapat membakar akar dan memicu gejala layu. Jika menemukan tanaman bergejala parah, segera cabut dan musnahkan untuk mencegah penyebaran spora ke tanaman stroberi lainnya di sekitar lokasi penanaman.