Penyebab utama yang paling sering ditemui adalah serangan hama pemakan cairan sel tanaman, khususnya thrips, tungau merah, dan kutu daun. Di musim kemarau, populasi hama ini meledak karena udara kering memicu perkembangbiakan mereka; lakukan pengamatan rutin pada bagian bawah daun stroberi minimal 3 kali seminggu untuk mendeteksi koloni hama sejak dini.
Selain hama, ketidakseimbangan nutrisi seperti defisiensi kalsium juga memicu ujung daun muda mengkerut dan terbakar. Pastikan tanaman mendapat pasokan air teratur sebanyak 200 hingga 300 mililiter per polibag setiap hari yang dibagi dalam dua kali penyiraman, yaitu pada pukul 07.00 pagi dan 16.00 sore agar penyerapan nutrisi tidak terganggu.
Langkah pencegahan yang sangat efektif pada periode kemarau bulan Juli hingga September adalah mengombinasikan penggunaan mulsa jerami setebal 3 hingga 5 sentimeter dengan pemasangan naungan paranet 30 hingga 50 persen. Mulsa berfungsi menjaga kelembapan media tanam tetap stabil, sementara paranet mengurangi paparan sinar matahari langsung yang terlalu terik.





