Gejala awal serangan busuk akar ditandai dengan daun stroberi yang tampak layu dan terkulai pada siang hari, namun tanahnya terlihat sangat basah. Tepi daun sering kali berubah warna menjadi cokelat kehitaman menyerupai luka bakar, diikuti dengan terhentinya pertumbuhan tunas baru. Jika tanaman dicabut, akar stroberi yang sehat seharusnya berwarna putih bersih atau cokelat muda kekuningan, sedangkan akar yang terserang busuk akan berwarna cokelat gelap hingga hitam basah serta berbau tidak sedap.
Penyebab utama dari gangguan ini adalah kombinasi antara drainase wadah atau bedengan yang buruk dan infeksi cendawan tanah seperti Phytophthora fragariae, Pythium, serta Rhizoctonia. Cendawan-cendawan ini berkembang sangat cepat pada media tanam yang padat, berpori rendah, dan memiliki tingkat keasaman di bawah pH 5,5. Penyiraman yang berlebihan atau paparan air hujan secara terus-menerus tanpa atap pelindung mempercepat penyebaran spora cendawan dari satu tanaman ke tanaman lain melalui percikan air.
Untuk menanggulangi busuk akar secara efektif, tindakan penanganan harus berfokus pada sanitasi tanaman dan perbaikan struktur media. Tanaman yang terinfeksi ringan harus segera diangkat untuk dibersihkan bagian akarnya yang rusak, lalu ditanam kembali pada media baru yang sangat poros dengan campuran sekam bakar dan tanah humus berbanding 2 banding 1. Peninggian guludan hingga 30 sampai 40 sentimeter serta penggunaan atap plastik UV sangat dianjurkan untuk mengontrol kadar air media selama musim hujan.





