Pertama, perhatikan pola menguningnya. Jika daun tua bagian bawah menguning merata dan urat daun tetap hijau, kemungkinan besar tanaman kekurangan nitrogen. Pada stroberi, nitrogen sangat penting untuk pertumbuhan vegetatif. Solusinya: beri pupuk kandang matang atau kompos sebanyak 1-2 kg per meter persegi setiap 2 minggu sekali, atau kocor dengan pupuk organik cair (POC) dari kotoran ternak sesuai dosis yang dianjurkan.
Kedua, jika daun muda menguning dengan urat hijau (klorosis interveinal), itu tanda kekurangan zat besi (Fe). Ini sering terjadi di tanah kapur atau pH tinggi. Untuk mengatasinya, semprotkan larutan besi kelat (Fe-EDTA) pada daun dengan konsentrasi sesuai label, atau aplikasikan pupuk mikronutrien yang mengandung Fe ke tanah. Perbaiki drainase dan jangan terlalu sering menyiram karena genangan air bisa mengikat besi.
Ketiga, perhatikan tanda serangan hama. Tungau merah (Tetranychus urticae) sering menyerang saat kemarau, menyebabkan daun berbintik kuning hingga mengering. Cek bagian bawah daun dengan kaca pembesar. Jika ada tungau, semprot dengan air bertekanan tinggi atau gunakan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba (1 kg daun mimba direndam 10 liter air semalam, lalu disaring dan disemprotkan setiap 3-5 hari). Jangan lupa jaga kelembaban dengan mulsa jerami agar tungau tidak betah.