Pada musim kemarau yang berlangsung antara Mei hingga September, populasi tungau merah dan kutu daun cenderung meningkat pesat. Pengamatan rutin minimal dua kali seminggu pada permukaan bawah daun sangat penting dilakukan. Jika ditemukan populasi tungau melebihi batas ambang lima ekor per helai daun, tindakan pengendalian harus segera diterapkan sebelum terjadi kerusakan jaringan klorofil secara meluas.
Saat memasuki musim hujan dari Oktober hingga April, kelembapan udara yang tinggi di atas 85 persen memicu kemunculan ulat grayak dan siput telanjang. Hama siput aktif bersembunyi di bawah mulsa plastik hitam perak pada siang hari dan merusak buah stroberi yang matang pada malam hari. Kerusakan akibat siput dan ulat dapat menurunkan kualitas buah siap jual hingga 40 persen jika tidak dikendalikan dengan sanitasi lahan yang ketat.
Pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) menjadi solusi paling aman untuk menjaga mutu buah stroberi bebas dari cemaran bahan kimia. Langkah ini meliputi pemangkasan rutin dengan menyisakan 8 hingga 10 daun sehat per tanaman, pemasangan perangkap kuning berperekat sebanyak 40 buah per hektar, serta pemanfaatan biopestisida dari ekstrak tanaman lokal seperti daun mimba dan tembakau.





