Pengendalian hama stroberi paling efektif menggunakan pendekatan terpadu yang memadukan kebersihan kebun dan pemantauan rutin minimal dua kali seminggu. Hama seperti kutu daun dan tungau laba-laba biasanya menyerang bagian bawah daun yang rimbun pada musim kemarau yang hangat. Sementara itu, saat musim hujan tiba, kelembapan tanah yang berlebih sering memancing kedatangan ulat pemakan daun dan bekicot yang merusak tajuk tanaman muda pada malam hari.
Penerapan kultur teknis yang baik menjadi kunci utama pencegahan, termasuk menjaga jarak tanam ideal sekitar 30 hingga 40 sentimeter antarbedengan dan melakukan penyiangan gulma secara berkala. Gulma sering kali menjadi rumah bagi hama sebelum berpindah menyerang tanaman stroberi utama Anda di kebun. Pemangkasan daun tua yang sudah menguning atau terserang penyakit juga membantu sirkulasi udara di dalam kanopi tanaman menjadi jauh lebih lancar.
Apabila terpaksa menggunakan bahan kimia untuk mengatasi ledakan populasi hama yang parah, pastikan untuk selalu membaca label pada kemasan produk dan berkonsultasi langsung dengan petugas penyuluh pertanian lapangan di BPP setempat. Utamakan penggunaan metode manual seperti memungut hama bertubuh lunak di pagi hari atau memanfaatkan musuh alami seperti kumbang koksi. Kesabaran dan ketekunan dalam merawat tanaman stroberi akan menghasilkan buah manis berkualitas tinggi yang aman dikonsumsi.