Media tanam yang ideal untuk stroberi harus gembur, kaya bahan organik, dan memiliki drainase yang baik. Gunakan campuran tanah topsoil, kompos matang, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1. Tanam bibit stroberi dalam pot atau polibag berdiameter minimal 20 sentimeter, dan pastikan bagian pangkal batang atau tajuk crown berada tepat sejajar dengan permukaan tanah tanpa tertimbun agar tidak mudah membusuk. Lakukan penanaman pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB untuk meminimalkan stres transpirasi pada bibit muda.
Penyiraman rutin dilakukan 1 sampai 2 kali sehari pada pagi hari sebelum pukul 09.00 dan sore hari saat musim kemarau, serta dikurangi menjadi 2 hari sekali saat musim hujan tiba. Pemeliharaan krusial meliputi pemangkasan daun-daun tua yang menguning setiap seminggu sekali, serta pemotongan stolon atau sulur yang menjulur jika Anda fokus memproduksi buah. Pemotongan sulur ini bertujuan agar alokasi nutrisi tanaman sepenuhnya diserap oleh pembentukan dan pembesaran buah stroberi.
Pemupukan dilakukan secara berkala menggunakan pupuk organik cair sebanyak 250 mililiter per pot setiap 7 hari sekali. Saat tanaman memasuki fase generatif pada minggu ke-8 setelah tanam, tambahkan pupuk susulan tinggi kalium untuk meningkatkan rasa manis dan bobot buah. Buah stroberi siap dipanen sekitar 80 hingga 90 hari setelah tanam, ditandai dengan perubahan warna kulit menjadi merah cerah sebanyak 75 hingga 100 persen, dan dipetik menggunakan gunting bersih menyertakan tangkainya sepanjang 1 sentimeter.





