Penyakit Buni: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Penyakit pada tanaman buni umumnya disebabkan oleh infeksi jamur akibat kelembapan tinggi, yang dapat diatasi dengan sanitasi tajuk dan drainase tanah yang baik.

Jawaban singkat

Tanaman buni (Antidesma bunius) tergolong pohon buah lokal yang relatif tahan banting, namun tetap rentan terhadap serangan penyakit jamur, terutama saat memasuki musim hujan dengan kelembapan udara melebihi 80%. Tingginya curah hujan di wilayah tropis Indonesia sering kali memicu perkembangan penyakit seperti antraknosa, bercak daun, dan embun jelaga. Jika tidak ditangani dengan benar, infeksi jamur ini dapat menurunkan hasil panen buah buni hingga 40% serta merusak kualitas penampilan buah.

Ringkas: Buni

Cahaya
Sinar matahari penuh sepanjang hari (6-8 jam)
Penyiraman
Sedang, siram 1-2 kali sehari saat kemarau
Musim
Awal musim hujan (Oktober-November) untuk penanaman
Tingkat Kesulitan
Sedang

Membutuhkan pemangkasan tajuk berkala agar pohon tidak terlalu tinggi dan memudahkan proses panen dompolan buah.

Gejala awal serangan penyakit biasanya muncul pada bagian daun muda dan dompolan buah, yang perlu dipantau setidaknya dua kali seminggu pada musim hujan dan seminggu sekali pada musim kemarau. Bercak cokelat kehitaman yang meluas cepat atau adanya lapisan jelaga hitam merupakan tanda klinis utama bahwa pohon buni Anda terinfeksi mikroorganisme patogen. Penanganan seawal mungkin sangat menentukan keberhasilan pemulihan kesehatan pohon sebelum infeksi menyebar ke seluruh bagian tajuk.

Pengendalian lingkungan menjadi kunci utama dalam memutus rantai penyebaran penyakit buni secara berkelanjutan. Lakukan pemangkasan cabang secara berkala agar sinar matahari dapat menembus 70% hingga 80% bagian dalam tajuk pohon, sehingga kelembapan berkurang. Selain itu, perbaiki drainase di sekitar area perakaran dan berikan pupuk organik terkompos matang sebanyak 10 hingga 15 kg per pohon dewasa setiap enam bulan sekali untuk meningkatkan imunitas alami tanaman.

Untuk penanganan biologis dan kimiawi, pengaplikasian mikroorganisme hayati seperti Trichoderma sp. sebanyak 100 gram per pohon pada area piringan perakaran setiap tiga bulan sangat dianjurkan. Apabila infeksi jamur sudah parah dan meluas, penggunaan fungisida berbahan aktif tembaga atau belerang dapat dipertimbangkan. Selalu konsultasikan pemilihan bahan aktif kimia dengan petugas penyuluh pertanian setempat dan baca petunjuk penggunaan pada label kemasan secara teliti.

Penyebab & Cara Mengatasi

Antraknosa (Colletotrichum sp.)

Ciri: Bercak cokelat kehitaman melingkar pada daun dan dompolan buah muda, menyebabkan buah membusuk sebelum matang.

Solusi: Pangkas bagian yang terinfeksi, bakar limbah pangkasan, dan semprotkan fungisida hayati berbasis Trichoderma.

Embun Jelaga (Capnodium sp.)

Ciri: Lapisan beludru berwarna hitam pekat menutupi permukaan atas daun, diawali dari adanya serangan kutu putih atau kutu daun.

Solusi: Kendalikan serangga vektor penghasil embun madu menggunakan sabun kalium atau insektisida nabati, lalu cuci daun dengan semprotan air bersih.

Jamur Upas (Corticium salmonicolor)

Ciri: Kerabang halus berwarna merah muda keperakan pada kulit cabang atau ranting yang menyebabkan ranting mengering dan mati.

Solusi: Kerok bagian kulit batang yang terinfeksi hingga jaringan sehat, lalu oleskan bubur bordo atau cat penutup luka tanaman.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pemangkasan sanitasi untuk membuang semua cabang, ranting, dan daun yang menunjukkan gejala sakit atau saling bertumpuk.
  2. Bersihkan gulma dan sisa serasah buah atau daun gugur di radius 1,5 meter dari pangkal batang pohon buni.
  3. Taburkan agen hayati Trichoderma atau mikoriza pada tanah di sekitar piringan tajuk untuk menekan patogen tular tanah.
  4. Jika diperlukan, semprotkan fungisida atau insektisida organik sesuai petunjuk pada label dan anjuran petugas BPP setempat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa daun buni tertutup lapisan hitam seperti jelaga?

Lapisan hitam tersebut adalah jamur embun jelaga yang tumbuh di atas sekresi cairan manis (embun madu) dari serangga seperti kutu putih atau kutu daun.

Apakah buah buni yang terkena antraknosa masih bisa dikonsumsi?

Buah yang sudah membusuk dan berjamur sebaiknya tidak dikonsumsi karena kualitas rasa menurun dan berisiko mengandungi toksin jamur.

Kapan waktu terbaik untuk melakukan penyemprotan pada pohon buni?

Penyemprotan paling efektif dilakukan pada pagi hari sebelum pukul 09.00 atau sore hari setelah pukul 15.00 saat stomata daun terbuka dan angin tenang.

Bagaimana membedakan penyakit antraknosa dengan kekurangan nutrisi?

Bercak antraknosa memiliki batas tegas dengan pusat bercak mengering dan sering kali berlubang, sedangkan kekurangan nutrisi biasanya ditandai menguningnya daun secara merata dari pinggir atau tulang daun.

Lebih lanjut tentang Buni

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.