Pada musim hujan yang berlangsung antara bulan November hingga April, ancaman terbesar berasal dari jamur Phytophthora dan bakteri Pseudomonas. Penyiraman yang berlebihan atau genangan air hujan selama lebih dari 24 jam di sekitar perakaran akan menurunkan kadar oksigen tanah dan mempercepat pembusukan akar. Petani perlu memeriksa kondisi perakaran secara berkala minimal 2 minggu sekali dan memastikan saluran drainase memiliki kedalaman minimal 40 sentimeter.
Memasuki peralihan musim kemarau pada bulan Mei hingga Agustus, serangan jamur daun seperti embun tepung dan bercak daun cenderung meningkat akibat fluktuasi suhu harian yang ekstrem. Pengamatan rutin pada permukaan daun bagian atas dan bawah harus dilakukan sedikitnya 2 kali seminggu. Pemangkasan kanopi kiwi sebanyak 20 hingga 30 persen dari total cabang secara teratur sangat penting untuk menjaga sirkulasi udara dan intensitas cahaya matahari tetap optimal di bagian dalam tajuk.
Mengobati penyakit kiwi membutuhkan kombinasi antara tindakan teknis budidaya dan aplikasi bahan pengendali hayati secara berkala setiap 7 hingga 10 hari. Pembersihan gulma di radius 1 meter dari pangkal batang serta pembuangan bagian tanaman yang terinfeksi harus diterapkan sebagai standar operasional kebun. Dengan pemeliharaan kebersihan lahan yang konsisten, risiko kehilangan hasil akibat serangan penyakit dapat ditekan hingga di bawah 10 persen.