Pada musim kemarau, hama pengisap cairan seperti kutu putih (mealybug), thrips, dan tungau merah menjadi ancaman utama. Serangan hama ini ditandai dengan daun keriting, timbulnya bercak keperakan, atau munculnya lapisan kapas putih pada ketiak cabang dan dompolan buah. Pengamatan kanopi tanaman harus dilakukan minimal 2 kali seminggu. Pengendalian secara mekanis dapat dimulai dengan menyemprotkan air bertekanan sedang pada bagian bawah daun untuk merontokkan koloni tungau dan kutu secara berkala.
Saat memasuki musim hujan atau masa pancaroba, hama pemakan daun seperti ulat grayak serta hama penggerek batang lebih sering ditemukan. Ulat dapat menghabiskan lembaran daun muda hanya dalam waktu 2 sampai 3 hari, sedangkan larva penggerek batang merusak jaringan pembuluh tanaman dari dalam. Sanitasi kebun menjadi kunci utama, yaitu dengan membersihkan gulma pada radius 1 meter di sekeliling pangkal batang dan memangkas 2 sampai 3 helai daun yang terlalu rimbun di sekitar dompolan buah agar sirkulasi udara tetap terjaga.
Pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) sangat disarankan untuk menjaga kelestarian lingkungan kebun anggur Anda. Pemasangan perangkap pelekat kuning sebanyak 5 hingga 10 lembar per 100 meter persegi efektif menekan populasi thrips dan kutu daun dewasa. Penyemprotan bahan hayati atau minyak nabati dapat diterapkan setiap 7 sampai 10 hari sekali pada sore hari. Jika populasi hama sudah melampaui ambang ekonomi, segera berkonsultasi dengan penyuluh pertanian lapangan di BPP terdekat untuk mendapatkan rekomendasi tindakan yang tepat.