Panduan Mengatasi Hama Buni dan Pengendaliannya di Iklim Tropis

Pengendalian hama buni secara terpadu melalui pemangkasan tajuk, sanitasi buah, dan perangkap fisik efektif menjaga produktivitas panen sepanjang tahun.

Jawaban singkat

Tanaman buni (Antidesma bunius) merupakan tanaman buah lokal Indonesia yang cukup tangguh, namun tetap rentan terhadap gangguan hama buni terutama saat masa pembentukan bunga dan pematangan buah. Di iklim tropis Indonesia, serangan hama dapat meningkat pesat pada transisi musim kemarau ke musim hujan akibat kelembapan udara yang tinggi mencapai 80 hingga 90 persen. Penanganan hama secara dini sangat krusial agar produksi buah buni yang dipanen setiap satu atau dua kali dalam setahun tidak mengalami penurunan hasil hingga 50 persen.

Ringkas: Buni

Cahaya
Sinar matahari penuh sepanjang hari (6-8 jam)
Penyiraman
Sedang, siram 1-2 kali sehari saat kemarau
Musim
Awal musim hujan (Oktober-November) untuk penanaman
Tingkat Kesulitan
Sedang

Membutuhkan pemangkasan tajuk berkala agar pohon tidak terlalu tinggi dan memudahkan proses panen dompolan buah.

Salah satu gangguan utama adalah serangan kutu putih dan kutudaun yang mengisap cairan pada pucuk daun muda serta dompolan bunga buni. Hama ini mengekskresikan cairan manis yang memicu tumbuhnya jamur embun jelut, ditandai dengan lapisan hitam mirip jelaga pada permukaan daun. Jika ditutupi embun jelut melebihi 30 persen dari total tajuk, proses fotosintesis tanaman akan terganggu secara drastis sehingga pertumbuhan buah buni menjadi kerdil dan mudah rontok.

Serangan lalat buah menjadi ancaman serius berikutnya ketika buah buni mulai memasuki fase pematangan pada bulan Agustus hingga November. Lalat buah betina menyuntikkan telurnya ke dalam kulit buah buni yang mulai melunak, lalu larva yang menetas akan memakan daging buah dari dalam hingga membusuk dan gugur 1 hingga 2 minggu sebelum masa panen ideal. Tanpa tindakan pencegahan, kerusakan akibat lalat buah dapat memicu kerugian hingga 70 persen dari total dompolan buah pada satu pohon.

Pengendalian hama buni secara terpadu dapat dilakukan dengan kombinasi sanitasi kebun, pemangkasan tajuk sebesar 20 sampai 25 persen untuk membiarkan sinar matahari masuk, serta pemasangan 2 hingga 4 perangkap perekat kuning per pohon. Penyemprotan bahan hayati atau pestisida nabati berbasis minyak mimba atau sabun kalium sebaiknya dilakukan secara rutin setiap 7 sampai 10 hari sekali pada pagi hari sebelum pukul 09.00 WIB. Pengelolaan yang disiplin sepanjang tahun akan memastikan pohon buni tetap produktif dan menghasilkan buah yang sehat.

Penyebab & Cara Mengatasi

Kutu Putih dan Kutu Daun

Ciri: Terdapat lapisan tepung putih atau koloni serangga kecil di ketiak daun, disertai munculnya bercak hitam embun jelut pada permukaan atas daun.

Solusi: Semprotkan larutan sabun kalium atau minyak mimba pada bawah daun setiap 7 hari sekali dan pangkas dahan yang terlalu rapat.

Lalat Buah (Bactrocera spp.)

Ciri: Buah buni muda/matang memiliki titik hitam bekas tusukan, daging buah menjadi lembek, membusuk, dan gugur sebelum waktunya.

Solusi: Pasang perangkap metil eugenol sebanyak 2 sampai 4 titik per pohon dan kumpulkan buah yang rontok untuk dibakar atau dikubur sedalam 30 cm.

Ulat Pemakan Daun

Ciri: Daun buni berlubang di bagian tepi atau tersisa tulang daunnya saja, disertai kotoran ulat berwarna gelap di sekitar bawah pohon.

Solusi: Pungut ulat secara manual pada pagi hari atau semprotkan biopestisida berbahan aktif Bacillus thuringiensis sesuai petunjuk kemasan.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pemangkasan pemeliharaan sebanyak 20 sampai 25 persen pada dahan yang saling bersilangan agar sirkulasi udara dan cahaya matahari lancar.
  2. Pasang perangkap lalat buah berwarna kuning beratraktan sebanyak 2 hingga 4 buah per pohon saat buah buni mulai berukuran sebesar biji lada.
  3. Semprotkan pestisida nabati berbahan minyak mimba secara merata ke seluruh bagian tanaman setiap 7 hingga 10 hari sekali pada pagi hari.
  4. Bersihkan gulma dan kumpulkan seluruh buah buni yang gugur ke dalam lubang tanah sedalam minimal 30 cm lalu timbun kembali untuk memutus siklus hama.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa hama yang paling sering menyerang tanaman buni saat musim kemarau?

Kutu putih dan tungau merah paling sering menyerang saat musim kemarau karena kondisi udara yang kering dan panas mempercepat siklus reproduksi mereka.

Mengapa daun pohon buni menjadi hitam seperti tertutup jelaga?

Warna hitam tersebut adalah jamur embun jelut yang tumbuh di atas embun madu hasil ekskresi dari kutu daun atau kutu putih.

Apakah buah buni yang terserang lalat buah masih aman dikonsumsi?

Buah yang sudah terinfeksi lalat buah biasanya busuk dan mengandung larva di dalamnya, sehingga tidak layak dan tidak disarankan untuk dikonsumsi.

Seberapa sering perangkap lalat buah harus diganti?

Atraktan atau cairan pemikat pada perangkap lalat buah umumnya perlu diperbarui setiap 2 hingga 4 minggu sekali tergantung curah hujan dan paparan cuaca.

Apakah pemangkasan pohon buni efektif mengendalikan hama?

Sangat efektif. Pemangkasan mengurangi kelembapan mikro di dalam tajuk dan memaksimalkan sinar matahari yang tidak disukai oleh kutu dan jamur.

Lebih lanjut tentang Buni

Panduan terkait

Hama & Pengendalian, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.