Hama kutu perisai sering menempel pada batang utama dan ranting tua tanaman kiwi untuk menghisap cairan sel. Penanganan fisik secara manual dapat dilakukan dengan membersihkan sikat halus yang dicelupkan ke dalam larutan sabun cair nabati dengan konsentrasi 5 mililiter per liter air, lalu digosokkan secara perlahan pada bagian batang yang terinfeksi setiap 7 hari sekali sampai populasi kutu habis.
Pada saat musim kemarau panjang, tungau merah menjadi ancaman serius yang menyerang permukaan bawah daun kiwi hingga tampak keperakan dan mengering. Untuk menekan perkembangbiakan tungau merah secara alami, lakukan penyiraman tajuk tanaman menggunakan selang bertekanan sedang sebanyak 2 kali seminggu pada pagi hari guna meningkatkan kelembapan mikro dan membilas koloni tungau dari balik daun.
Sementara itu, pada peralihan musim hujan, ulat grayak sering merusak tunas muda dan bakal buah kiwi dalam kurun waktu singkat. Pemasangan perangkap kuning berkatul sebanyak 10 hingga 15 buah per hektar serta pemangkasan rutin kanopi setiap 3 bulan sekali sangat efektif menjaga sirkulasi udara di sekitar tajuk sehingga menciptakan lingkungan yang tidak disukai oleh serangga pembawa hama.