Pada musim hujan dengan curah tinggi melebihi 200 mm per bulan, tanah di sekitar perakaran rambai kerap mengalami genangan jika sistem saluran air tidak tertata baik. Kondisi media yang terlalu basah selama lebih dari 3 hari berturut-turut memicu pembusukan akar halus sehingga tanaman gagal menyerap nutrisi dari tanah. Sebaliknya, saat memasuki puncak musim kemarau, kekurangan pasokan air hingga 50 persen dari kebutuhan harian menyebabkan gangguan fotosintesis yang ditandai dengan daun menguning merata dari bagian bawah tajuk.
Masalah kecukupan nutrisi juga menjadi faktor penentu warna hijau daun rambai. Pemberian pupuk organik kaya bahan hayati sebanyak 10 hingga 15 kg per pohon yang dilakukan 2 kali setahun menjelang pergantian musim sangat membantu memperbaiki struktur tanah. Selain itu, aplikasi pupuk makro berimbang dengan dosis 250 gram hingga 500 gram per pohon dewasa sebanyak 3 kali dalam setahun dapat mencegah gejala klorosis atau defisiensi nitrogen yang merusak vigor tanaman.
Lakukan pemeriksaan berkala minimal 1 kali seminggu pada area perakaran dan permukaan bawah daun rambai. Pembuatan parit drainase melingkar sedalam 30 hingga 40 cm di sekeliling tajuk luar pohon terbukti efektif mengalirkan kelebihan air hujan. Dengan menjaga kestabilan kelembapan tanah serta sanitasi lahan dari gulma pengganggu, kelestarian dan produktivitas pohon rambai dapat terjaga sepanjang tahun.