Fase 1: Persiapan Lahan dan Bibit (0-7 HST). Sebelum tanam, berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang matang 20-30 ton/ha atau kompos 10-15 ton/ha, ditambah SP-36 (100-150 kg/ha) dan KCl (50-75 kg/ha). Campurkan merata dengan tanah bedengan 7-10 hari sebelum tanam. Untuk bibit di polybag, berikan pupuk NPK 16-16-16 dosis 1-2 gram per tanaman saat bibit berumur 7 hari.
Fase 2: Vegetatif (8-30 HST). Tanaman membutuhkan nitrogen tinggi untuk pertumbuhan daun dan sulur. Gunakan pupuk NPK 15-15-15 atau 16-16-16 dosis 150-200 kg/ha, diberikan 2 kali yaitu umur 10-14 HST dan 25-28 HST. Cara aplikasi: larutkan 5-10 gram per liter air, siramkan ke pangkal batang (200-300 ml per tanaman). Jika pertumbuhan lambat, tambahkan urea 50-75 kg/ha pada aplikasi kedua.
Fase 3: Generatif (30-50 HST) dan Pemeliharaan Buah (50-70 HST). Saat tanaman mulai berbunga (30 HST), kurangi nitrogen, perbanyak fosfor dan kalium. Berikan pupuk NPK 10-20-20 atau 12-12-17 dosis 200-300 kg/ha, dibagi 2 aplikasi: umur 30-35 HST (saat bunga betina muncul) dan 45-50 HST (setelah buah terbentuk sebesar telur). Untuk merangsang buah manis, tambahkan KCl 100-150 kg/ha pada aplikasi kedua. Hentikan pemupukan 2 minggu sebelum panen (sekitar 60-65 HST).