Pemilihan benih unggul bersertifikat menentukan keberhasilan panen, di mana benih disemaikan terlebih dahulu dalam polybag selama 7 hingga 10 hari hingga memunculkan dua helai daun sejati. Pindah tanam dilakukan pada sore hari untuk menghindari stres bibit akibat sengatan matahari terik, dengan jarak tanam ideal 50 x 60 sentimeter dalam sistem zig-zag pada bedengan. Selama fase pertumbuhan vegetatif hingga pembungaan pada usia 20 hari setelah tanam, lakukan penyiraman setiap dua hari sekali di pagi hari serta pemupukan susulan nitrogen secara berkala untuk merangsang pertumbuhan batang.
Memasuki usia 30 hari setelah tanam, tanaman semangka mulai memasuki fase generatif yang membutuhkan pengaturan air dan seleksi buah yang ketat. Pada setiap tanaman, pertahankan hanya satu hingga dua buah pilihan terbaik di cabang primer pada ruas ke-10 atau ke-12 untuk memastikan ukuran dan tingkat kemanisan buah maksimal. Lakukan pembalikan buah secara berkala setiap 5 hari sekali dengan hati-hati agar warna kulit buah merata dan terhindar dari serangan hama tanah akibat kelembapan berlebih di bagian bawah.
Semangka siap dipanen pada usia 65 hingga 90 hari setelah tanam tergantung varietas yang digunakan, dengan ciri fisik tangkai buah mulai mengering, sulur di dekat pangkal buah mengering, dan suara buah terdengar mantap atau nyaring saat ditepuk ringan. Pemanenan wajib dilakukan pada pagi hari menggunakan gunting tajam dengan menyisakan tangkai buah sepanjang 3 sentimeter agar buah tidak mudah busuk saat penyimpanan. Setelah panen, istirahatkan lahan dan lakukan rotasi dengan tanaman bukan sekeluarga ketimun untuk memutuskan siklus hama dan penyakit.