Tahap penyemaian dimulai dengan merendam benih semangka dalam air hangat selama 3 hingga 4 jam untuk memecah masa dormansi. Semaikan benih pada polybag kecil yang diisi campuran tanah dan kompos halus berkombinasi 1 banding 1. Bibit siap dipindahkan ke lahan terbuka setelah berumur 10 hingga 14 hari atau ketika sudah memiliki 2 hingga 3 helai daun sejati. Pemasangan mulsa plastik hitam perak sangat dianjurkan untuk menjaga kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan gulma.
Penyiraman dilakukan 1 hingga 2 kali sehari pada masa awal pertumbuhan dengan volume sekitar 1 hingga 2 liter air per tanaman, terutama pada musim kemarau. Ketika tanaman memasuki fase pembentukan buah, lakukan pemangkasan cabang dan seleksi buah dengan menyisakan 1 atau 2 buah terbaik pada ruas ke-12 hingga ke-15. Pengurangan frekuensi penyiraman secara bertahap dilakukan saat buah mulai membesar hingga menjelang panen untuk memicu pembentukan kadar gula yang maksimal.
Semangka siap dipanen pada umur 65 hingga 85 hari setelah tanam, tergantung pada varietas yang ditanam dan kondisi cuaca setempat. Ciri-ciri buah yang sudah matang sempurna antara lain tangkai sulur terdekat dengan buah terlihat mengering, warna perut buah yang menempel ke tanah berubah dari putih menjadi kuning krem, serta menghasilkan suara berdengung bernada rendah ketika dipukul perlahan dengan jari tangan.





