Penyiraman dilakukan secara teratur 1 hingga 2 kali sehari pada pagi dan sore hari sebanyak 500 hingga 1000 ml per tanaman selama fase vegetatif. Memasuki fase pembentukan buah hingga pematangan, intensitas penyiraman dikurangi secara bertahap untuk mencegah buah pecah serta meningkatkan akumulasi kadar gula di dalam daging buah.
Pemupukan berimbang sangat penting untuk menunjang pertumbuhan vegetatif dan generatif. Berikan pupuk kandang matang sebanyak 2 hingga 3 kg per lubang tanam sebagai pupuk dasar, dilanjutkan pemberian pupuk NPK pada umur 10, 20, dan 35 hari setelah tanam. Tambahkan unsur Kalsium dan Kalium saat pembentukan buah untuk memperkuat kulit buah dan menambah rasa manis.
Lakukan pemangkasan cabang sekunder untuk mengarahkan nutrisi ke sulur utama dan cegah tanaman terlalu rimbun yang memicu kelembapan tinggi. Penjarangan buah juga perlu dilakukan dengan menyisakan 1 hingga 2 buah terbaik per tanaman pada ruas ke-12 hingga 15 agar ukuran buah berkembang maksimal.





