Untuk menentukan penanganan yang tepat, petani harus cermat membedakan arah gulungan dan tekstur daun yang terserang pada tanaman berumur 2 hingga 6 bulan. Apabila helai daun melengkung ke bawah, menebal, dan terasa kaku seperti karet, kemungkinan besar penyebab utamanya adalah serangan hama tungau. Sebaliknya, jika daun melengkung ke atas, menguning di bagian tulang daun, serta pertumbuhan tanaman tampak kerdil, hal tersebut mengindikasikan infeksi virus keriting yang ditularkan oleh kutu kebul.
Pengelolaan air yang konsisten sangat menentukan daya tahan tanaman pepaya umur 3 hingga 12 bulan di lahan terbuka. Siramlah tanaman secara teratur dengan volume 10 hingga 15 liter per pohon setiap 2 hari sekali pada pagi hari untuk mencegah stres kekeringan. Selain itu, pembersihan gulma di radius 1 meter dari pangkal batang wajib dilakukan seminggu sekali agar tidak menjadi sarang persembunyian hama pembawa penyakit.
Langkah pengendalian hayati dapat dimulai dengan menyemprotkan larutan minyak mimba atau sabun kalium dengan frekuensi 5 hari sekali pada sore hari. Jika serangan virus sudah parah hingga mematikan titik tumbuh, segera cabut dan bakar tanaman yang terinfeksi agar tidak menularkan ke tanaman sehat lainnya. Konsultasikan penggunaan insektisida atau akarisida sintetis kepada petugas penyuluh setempat sesuai regulasi yang berlaku.





