Pola penyiraman harus disesuaikan secara ketat dengan kondisi iklim tropis Indonesia. Saat memasuki musim kemarau dari bulan April hingga September, siram tanaman pepaya setiap 2 hari sekali sebanyak 10 hingga 15 liter air per pohon pada pagi atau sore hari. Sebaliknya, pada puncak musim hujan, hentikan penyiraman total dan pastikan saluran parit di sekitar bedengan berfungsi lancar agar air tidak menggenangi area perakaran.
Pemupukan susulan secara berkala sangat diperlukan untuk menunjang pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman. Pada usia 1 hingga 4 bulan, berikan pupuk NPK secara melingkar di sekeliling tajuk pohon sebanyak 50 hingga 100 gram per batang setiap 30 hari sekali. Memasuki usia 5 bulan ke atas atau saat mulai berbunga, tingkatkan dosis pemupukan menjadi 150 hingga 200 gram per pohon setiap bulan dan tambahkan pupuk organik cair yang disemprotkan ke daun setiap 2 minggu sekali.
Perawatan rutin harian meliputi penyiangan gulma dan pemangkasan bagian tanaman yang tidak produktif. Siangi rumput liar di sekitar piringan pohon dalam radius 1 meter setiap 3 minggu sekali agar nutrisi tanah tidak berebut dengan gulma. Potong daun-daun tua yang memuning di bagian bawah serta buang buah yang terinfeksi hama atau berbentuk cacat agar energi tanaman terfokus pada pembesaran buah utama yang sehat.





