Memasuki fase vegetatif lanjut (5–8 bulan setelah tanam), tanaman nanas membutuhkan tambahan unsur kalium dan fosfor untuk mempertebal dinding sel daun serta mempersiapkan fase generatif. Pemberian pupuk NPK dengan rasio kalium lebih tinggi dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu pada bulan ke-5 dan bulan ke-7 dengan dosis 15 hingga 20 gram per tanaman. Pada fase ini, pupuk dapat dikocorkan langsung ke ketiak daun bagian bawah atau ditabur di sekeliling pangkal batang sejauh 10 sentimeter.
Memasuki fase pembungaan dan pembuahan (9–12 bulan setelah tanam), fokus pemupukan beralih sepenuhnya pada kalium dan mikro hara seperti kalsium serta boron untuk meningkatkan bobot dan kadar gula buah. Aplikasikan pupuk kalium tinggi sebanyak 20 sampai 25 gram per tanaman saat pembentukan mahkota buah dimulai pada umur 10 bulan setelah tanam. Hindari pemberian nitrogen berlebih pada fase ini karena dapat membuat buah terlalu berair, mudah busuk, dan menurunkan tingkat kemanisan.
Selain pupuk anorganik, pemberian pupuk organik berupa kompos atau pupuk kandang matang sebanyak 1 sampai 2 kilogram per lubang tanam saat awal pengolahan tanah sangat krusial di lahan iklim tropis Indonesia. Pupuk hayati juga dapat ditambahkan setiap 3 bulan sekali untuk menjaga mikroflora tanah. Dengan jadwal pemupukan yang konsisten dan berimbang, tanaman nanas dapat dipanen pada umur 12 hingga 15 bulan dengan potensi hasil mencapai 2 hingga 4 kilogram per buah.





