Penyebab utama nanas layu yang paling merusak adalah serangan Pineapple Mealybug Wilt Virus yang ditularkan oleh kutu putih atau mealybug dengan bantuan semut sebagai vektor pemindah. Pada musim kemarau, populasi semut dan kutu putih berkembang sangat cepat di sekitar perakaran dan ketiak daun bagian bawah. Tanaman yang terinfeksi menunjukkan perubahan warna daun menjadi kemerahan atau kecokelatan, ujung daun menggulung ke bawah, dan akar tanaman membusuk atau mengering sehingga tanaman tampak layu terkulai.
Penyebab diferensial lainnya adalah pembusukan pangkal batang akibat jamur Phytophthora yang dipicu oleh sisa kelembapan berlebih sebelum musim kemarau atau pemberian air yang tidak merata. Selain itu, serangan nematoda akar juga membuat penyerapan nutrisi terganggu. Untuk mengatasi stres lingkungan di musim kemarau, pemberian mulsa jerami setebal 5 hingga 10 cm di sekitar piringan tanaman sangat dianjurkan guna menjaga suhu tanah tetap stabil dan menekan laju penguapan air.
Penanganan layu harus mencakup sanitasi lahan secara menyeluruh dengan mencabut dan membakar tanaman yang terinfeksi berat agar tidak menularkan ke tanaman sehat di sekitarnya. Pengairan secara teratur sebanyak 1 hingga 2 kali seminggu pada pagi hari disesuaikan dengan kapasitas lapang tanah. Lakukan pemupukan berimbang dengan mengurangi porsi nitrogen dan meningkatkan kalium saat musim kemarau untuk memperkuat dinding sel tanaman serta meningkatkan ketahanan terhadap stres abiotik.





