Persiapan lahan dimulai dengan membersihkan gulma dan mencangkul tanah sedalam 30 sentimeter agar struktur tanah menjadi gembur dan aerasi udara lancar. Buatlah bedengan dengan lebar 100 sentimeter dan tinggi 30 sentimeter, serta jarak antar bedengan sekitar 50 sentimeter untuk memudahkan drainase air hujan. Berikan pupuk kandang matang sebanyak 1 kilogram per lubang tanam dua minggu sebelum penanaman untuk memastikan ketersediaan unsur hara makro dan mikro bagi pertumbuhan awal vegetatif tanaman.
Bibit nanas dapat berasal dari mahkota buah, tunas batang, atau tunas anak dengan panjang ideal 25 hingga 30 sentimeter yang telah dikeringkan pangkalnya selama beberapa hari untuk mencegah jamur patogen. Tanam bibit ke dalam lubang sedalam 5 hingga 10 sentimeter dengan jarak tanam ganda 40x40 sentimeter dalam bedengan, lalu padatkan tanah di sekitar pangkal secara perlahan agar bibit berdiri tegak. Lakukan penyiraman secukupnya segera setelah penanaman untuk membantu adaptasi akar baru terhadap lingkungan tanah yang baru.
Perawatan rutin meliputi penyiangan gulma secara manual setiap sebulan sekali agar tidak berebut unsur hara, serta pembumbunan tanah di sekitar pangkal batang saat tanaman berusia 4 bulan untuk memperkokoh berdirinya tanaman. Pemupukan susulan menggunakan pupuk organik cair atau padat diberikan setiap 3 bulan sekali dengan dosis bertahap hingga tanaman memasuki fase pembungaan. Buah nanas umumnya siap dipanen pada umur 12 hingga 18 bulan setelah tanam, ditandai dengan perubahan warna kulit dari hijau tua menjadi kuning kecokelatan di bagian pangkal serta aroma buah yang harum.