Pengolahan media tanam memerlukan penambahan bahan organik seperti pupuk kandang sapi atau kambing yang sudah matang sebanyak 2 sampai 3 kilogram per lubang tanam. Tanaman nanas menyukai paparan sinar matahari penuh minimal 6 hingga 8 jam sehari. Pemupukan susulan dengan pupuk kaya nitrogen dan kalium diberikan secara berkala pada umur 3, 6, dan 9 bulan setelah tanam untuk merangsang pertumbuhan vegetatif dan pembentukan buah yang manis.
Pemeliharaan rutin mencakup pengairan sebanyak 1 hingga 2 kali seminggu pada musim kemarau, sedangkan pada musim hujan pengairan tidak diperlukan selama tanah tidak tergenang. Penyiangan gulma harus dilakukan setiap 3 minggu sekali secara manual agar nutrisi tanah terfokus pada tanaman utama. Induksi pembungaan dapat dilakukan saat tanaman berumur 8 sampai 12 bulan atau ketika telah memiliki minimal 35 helai daun produktif.
Buah nanas siap dipanen sekitar 15 hingga 18 bulan setelah penanaman bibit mahkota, atau 4 hingga 5 bulan setelah masa pembungaan. Ciri buah siap panen adalah mata pada kulit buah melonggar, timbul warna kuning kemerahan sekitar 20 sampai 25 persen di bagian pangkal buah, serta tercium aroma harum yang khas. Potong tangkai buah menggunakan pisau tajam dengan menyisakan tangkai sepanjang 3 hingga 5 cm untuk menjaga kesegaran buah lebih lama.





