Penyebab lain yang sangat umum adalah defisiensi unsur hara, khususnya nitrogen dan zat besi. Pada fase vegetatif umur 0 hingga 12 bulan, nanas membutuhkan pasokan hara yang konsisten. Pemupukan yang tidak teratur atau kondisi tanah yang terlalu kering membuat ketersediaan hara terhambat, sehingga klorofil daun rusak dan memicu timbulnya warna kuning pucat secara merata di seluruh mahkota tanaman.
Selain faktor lingkungan dan nutrisi, serangan hama seperti kutu putih nanas dan penyakit busuk pangkal akibat cendawan Phytophthora juga menjadi ancaman serius. Kutu putih yang berkoloni di pangkal daun mengisap cairan tanaman dan menularkan virus layu nanas, membuat warna daun berubah dari kemerahan menjadi kuning kusam. Di sisi lain, masalah drainase saat terjadi hujan sesaat di musim kemarau dapat memicu pembusukan akar yang gejalanya juga ditandai dengan daun menguning melunak.
Untuk mengatasi masalah daun nanas kuning secara efektif, petani perlu melakukan pemeriksaan rutin setidaknya 1 kali seminggu pada area perakaran dan pangkal daun. Pemberian mulsa organik setebal 5 hingga 10 cm di sekitar piringan tanaman sangat dianjurkan untuk menjaga suhu tanah tetap stabil. Pengaturan jarak tanam ideal 40 x 60 cm juga penting agar sirkulasi udara lancar dan kelembapan mikro tetap terjaga.





