Hama kutu putih merupakan salah satu ancaman utama yang sering berasosiasi dengan keberadaan semut di sekitar pangkal batang. Kutu ini menyerap cairan sel tanaman dan mensekresikan embun madu yang memicu munculnya jamur jelutut, bahkan dapat menularkan penyakit layu nanas. Pengendalian vektor semut secara berkala setiap 2 hingga 3 minggu sekali melalui pembersihan gulma di sekitar piringan tanaman seluas radius 50 cm sangat efektif menekan populasi kutu putih.
Saat memasuki fase pembungaan hingga pembentukan buah pada umur 4 sampai 6 bulan setelah induksi, ancaman penggerek buah mulai meningkat. Ulat penggerek akan membuat lubang pada mata buah muda dan mengeluarkan cairan getah transparan yang memproses menjadi gumpalan keras. Pembersihan sisa-sisa kelopak bunga yang mengering dan pembungkus buah secara mekanis dapat mengurangi tempat persembunyian ulat tersebut.
Untuk menjaga keberlanjutan kebun nanas, pengolahan tanah sebelum tanam harus dilakukan secara sempurna dengan membalik tanah pada kedalaman 20 hingga 30 cm dan membiarkannya tersinar matahari selama 14 hari. Gunakan selalu bibit sehat dari anakan (sucker) atau tunas buah (slip) yang berumur 6 hingga 9 bulan dari induk yang bebas dari riwayat serangan hama. Pendekatan pengelolaan hama terpadu ini terbukti efisien dan ramah lingkungan.





