Pengairan tanaman nanas perlu disesuaikan dengan perubahan musim di Indonesia. Pada musim kemarau, siram tanaman sebanyak 2 hingga 3 kali seminggu pada bagian roset daun dan pangkal batang dengan volume sekitar 1 hingga 2 liter per tanaman. Sebaliknya, saat musim hujan tiba, hentikan penyiraman rutin dan fokuslah menjaga parit drainase setinggi 20 hingga 30 cm di sekitar bedengan agar air hujan tidak menggenangi area perakaran.
Pemupukan berkala menjadi kunci utama agar tanaman nanas tumbuh kekar dan berbuah lebat. Berikan pupuk organik kaya bahan hayati atau kompos matang sebanyak 2 hingga 3 kilogram per lubang tanam saat pembenahan tanah. Selama masa vegetatif awal dari umur 1 hingga 6 bulan, aplikasikan pupuk pelengkap hara nitrogen dan kalium setiap 2 bulan sekali untuk merangsang pembentukan daun yang tebal dan hijau segar.
Perawatan rutin juga mencakup penyiangan gulma setiap 3 hingga 4 minggu sekali serta pemangkasan daun tua yang menguning di bagian bawah tanaman. Pembungaan secara buatan dapat dirangsang saat tanaman berumur 8 hingga 10 bulan atau telah memiliki minimal 30 hingga 40 helai daun yang sehat, sehingga pemanenan buah nanas berukuran optimal dapat dilakukan 4 hingga 5 bulan setelah masa induksi tersebut.





