Pemberian pupuk dilakukan secara bertahap dengan frekuensi setiap tiga bulan sekali menggunakan pupuk organik kaya unsur hara makro. Pada masa pertumbuhan vegetatif, berikan tambahan unsur nitrogen secukupnya, lalu beralih ke unsur kalium dan fosfat yang lebih tinggi saat tanaman memasuki usia berbunga untuk merangsang pembentukan buah yang besar.
Penyiraman perlu disesuaikan dengan musim, yakni dilakukan dua kali seminggu pada musim kemarau dan cukup dikurangi atau dihentikan jika curah hujan sedang tinggi. Pastikan air tidak menggenang di sekitar perakaran lebih dari 24 jam untuk mencegah terjadinya busuk akar yang sering menjadi kendala utama pekebun.
Pengendalian gulma wajib dilakukan secara rutin setiap bulan dengan cara penyiangan manual menggunakan tangan atau kored agar tidak merebut nutrisi tanah. Sanitasi kebun yang baik juga akan menekan risiko serangan hama penggerek buah dan penyakit busuk pangkal batang yang sering muncul di kelembapan tinggi.