Pencegahan utama dimulai dari pengelolaan drainase lahan yang ketat. Pembuatan guludan setinggi 30 hingga 40 cm dengan lebar parit 50 cm sangat dianjurkan agar air hujan segera mengalir dan tidak menggenangi perakaran nanas. Selain itu, pengaturan jarak tanam yang ideal, yaitu 40 cm x 60 cm atau pola ganda 30 cm x 50 cm x 80 cm, akan memastikan sirkulasi udara di sekitar tajuk tanaman tetap optimal sehingga kelembapan mikro berkurang.
Jika serangan penyakit sudah muncul di lahan, tindakan sanitasi dan pemangkasan bagian tanaman yang terinfeksi harus segera dilakukan. Tanaman yang terserang busuk hati parah wajib dicabut dan dibakar di luar area kebun agar spora tidak menyebar melalui aliran air hujan. Pemberian agens hayati seperti Trichoderma harzianum pada lubang tanam dengan frekuensi 2 minggu sekali dapat menekan perkembangan patogen tular tanah secara alami.
Pengendalian vektor penyakit juga tidak boleh diabaikan, terutama saat intensitas hujan mulai reda di sela-sela musim basah. Kutu putih yang membawa virus layu nanas harus dikendalikan secara terpadu melalui pembersihan gulma di sekitar piringan tanaman sejauh 1 meter. Monitoring rutin minimal 3 hari sekali selama puncak musim hujan akan membantu Anda menemukan gejala awal sebelum serangan meluas ke seluruh areal perkebunan.





