Penyakit busuk buah dan embun tepung merupakan dua gangguan utama yang paling sering menyerang perkebunan kelengkeng nasional saat musim penghujan tiba. Gejala awal biasanya ditandai dengan munculnya bercak kecokelatan pada kulit buah yang berlanjut menjadi busuk basah, serta lapisan tepung putih pada permukaan daun muda yang menghambat proses fotosintesis secara drastis. Jika dibiarkan tanpa tindakan korektif, produktivitas pohon dapat menurun hingga delapan puluh persen dan menyebabkan kerontokan buah massal sebelum masa petik tiba.
Langkah penanganan yang efektif di lapangan harus dimulai dengan sanitasi kebun yang ketat, yakni memangkas cabang-cabang yang terlalu rimbun untuk melancarkan sirkulasi udara di dalam tajuk. Pengurangan kelembapan mikro ini terbukti mampu menekan laju perkembangan spora jamur patogen secara signifikan tanpa harus bergantung penuh pada bahan kimia. Selain itu, pembersihan gulma di sekitar piringan pohon dan pengumpulan buah yang busuk untuk dibakar atau dikubur akan memutus siklus hidup hama serta penyakit secara tuntas.
Apabila serangan penyakit sudah melampaui ambang batas ekonomi dan memerlukan intervensi lanjutan, pekebun diimbau untuk menggunakan produk pengendali yang terdaftar resmi dengan membaca petunjuk pada label kemasan secara teliti. Selalu konsultasikan permasalahan spesifik di kebun Anda dengan petugas penyuluh pertanian lapangan atau Balai Penyuluhan Pertanian setempat agar mendapatkan rekomendasi penanganan yang paling tepat, aman, dan ramah lingkungan.