Pada awal musim kemarau (sekitar bulan Mei hingga Agustus), peningkatan suhu udara sering memicu lonjakan populasi hama pemakan daun dan pengisap cairan seperti kutu dompolan serta penggerek batang. Sanitasi lahan seluas 2 hingga 3 meter di sekeliling pangkal batang harus dilakukan secara berkala setiap 2 minggu sekali untuk memutus siklus hidup hama tanah dan kepompong.
Ketika memasuki musim hujan antara bulan November hingga Maret, kelembapan tinggi memicu serangan ulat pemakan bunga dan perusak buah muda. Pembungkusan buah menggunakan kantong kertas berukuran 30x40 cm dapat dilakukan saat buah berdiameter 0,5 cm untuk mengurangi risiko kerugian akibat kelelawar dan penggerek buah hingga 90%.
Pengendalian terpadu harus menggabungkan pemangkasan pemeliharaan sebanyak 2 kali dalam setahun, pemasangan perangkap kuning berperekat sebanyak 10-15 unit per hektar, serta pemanfaatan musuh alami. Jika serangan melebihi ambang ekonomi (seperti lebih dari 5% pucuk rusak), tindakan fisik dan mekanis harus segera dikombinasikan dengan pemantauan harian.





