Kebutuhan air pada tanaman kelengkeng harus dijaga konsistensinya, terutama pada fase vegetatif awal dan saat pembentukan buah. Lakukan penyiraman secara rutin satu hingga dua kali sehari pada musim kemarau, dan kurangi frekuensinya saat musim hujan untuk mencegah genangan air yang dapat membusukkan akar. Tanah yang ideal untuk kelengkeng adalah tanah gembur yang kaya bahan organik dengan pH berkisar antara 5,5 hingga 6,5, serta memiliki sistemdrainase yang sangat baik agar air tidak menggenang di sekitar perakaran.
Pemupukan merupakan kunci utama dalam cara merawat kelengkeng agar tumbuh subur dan rajin berbuah setiap tahun. Berikan pupuk organik matang seperti kompos atau pupuk kandang sebanyak 20 hingga 30 kilogram per pohon setiap enam bulan sekali untuk memperbaiki struktur tanah. Selain itu, aplikasikan pupuk penambah unsur hara makro dan mikro menjelang musim pembungaan untuk merangsang kemunculan malai bunga, dengan takaran yang disesuaikan berdasarkan usia tanaman dan tingkat kesuburan tanah setempat.
Pemangkasan cabang secara berkala sangat penting untuk menjaga tinggi tanaman, membuka tajuk agar sinar matahari bisa menembus seluruh bagian pohon, serta merangsang pertumbuhan tunas produktif yang baru. Buang tunas air, cabang yang saling silang, serta ranting yang kering atau terserang hama agar energi pohon terfokus pada pembentukan buah berkualitas. Bersihkan pula area piringan di bawah tajuk pohon dari gulma dan rumput liar secara manual setiap dua minggu sekali untuk menghindari persaingan penyerapan unsur hara.