Kelengkeng, Cara Merawat Kelengkeng Agar Subur dan Rajin Berbuah
Sóc Năng Động / Pexels

Cara Merawat Kelengkeng Agar Subur dan Rajin Berbuah

Perawatan kelengkeng yang tepat meliputi penyiraman teratur, pemangkasan bentuk, serta pemupukan berkala sesuai fase pertumbuhan agar pohon subur dan sehat.

Jawaban singkat

Kelengkeng (Dimocarpus longan) memerlukan intensitas cahaya matahari penuh minimal 6 hingga 8 jam setiap hari agar proses fotosintesis berjalan optimal. Di iklim tropis Indonesia, penanaman sebaiknya dilakukan di area terbuka tanpa naungan pohon besar lain. Pada fase awal tanam usia 1 hingga 6 bulan, tanaman membutuhkan penyiraman rutin 1 kali sehari pada pagi hari sebanyak 5 hingga 10 liter air per pohon, terutama saat memasuki musim kemarau.

Ringkas: Kelengkeng

Cahaya
Penuh minimal 6 jam sehari
Penyiraman
Sedang, jaga tanah tetap lembap
Musim
sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Sedang

Pastikan drainase lahan lancar agar akar tidak tergenang saat musim hujan.

Pengolahan tanah dan pemberian nutrisi menjadi kunci utama kesuburan kelengkeng. Berikan pupuk kandang atau kompos yang telah terdekomposisi sempurna sebanyak 10 hingga 15 kg per pohon setiap 4 bulan sekali. Pemupukan susulan menggunakan pupuk NPK seimbang dapat dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan dosis yang disesuaikan umur tanaman, yaitu sekitar 100 hingga 250 gram pada tahun pertama dan meningkat bertahap seiring pertambahan ukuran tajuk.

Pemangkasan atau pruning secara berkala sangat penting untuk mengatur bentuk tajuk, membuang tunas air yang tidak produktif, serta membuka sirkulasi udara di dalam rimbun daun. Pemangkasan bentuk idealnya dilakukan saat tanaman berumur 1 tahun dengan pola 1-3-9 yaitu 1 batang utama, 3 cabang primer, dan 9 cabang sekunder. Langkah ini mencegah kelembapan berlebih di area dalam tajuk yang sering mengundang jamur dan hama kutu putih saat musim hujan.

Memasuki fase induksi pembuahan pada pohon kelengkeng dataran rendah, penyiraman dikurangi secara bertahap selama 2 hingga 3 minggu hingga tanah sedikit kering untuk merangsang pembentukan bunga. Setelah bakal bunga muncul, penyiraman kembali dinormalkan dan ditambahkan pupuk tinggi unsur Kalium. Penjarangan buah sebanyak 20 hingga 30 persen pada setiap dompolan juga dianjurkan agar ukuran buah lebih besar dan tidak membebani dahan.

Langkah-langkah

  1. Lakukan penyiraman rutin 1 kali sehari di pagi hari pada musim kemarau, dan pastikan saluran drainase di sekitar piringan pohon lancar saat musim hujan.
  2. Aplikasikan 10 hingga 15 kg kompos matang setiap 4 bulan sekali, diselingi pemupukan NPK seimbang setiap 3 bulan sesuai dengan pertambahan umur pohon.
  3. Pangkas cabang air, cabang mati, dan daun yang terlalu rimbun di bagian tengah tajuk untuk mengoptimalkan pencahayaan matahari.
  4. Bersihkan gulma di sekitar piringan pohon sejauh radius 1 meter dan bungkus dompolan buah muda menggunakan jaring atau plastik berlubang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa kali penyiraman ideal untuk tanaman kelengkeng?

Pada musim kemarau, siram 1 kali sehari di pagi hari. Pada musim hujan, penyiraman dapat dikurangi atau dihentikan tergantung tingkat kelembapan tanah.

Kapan waktu terbaik melakukan pemangkasan kelengkeng?

Pemangkasan pemeliharaan sebaiknya dilakukan setelah masa panen selesai atau menjelang pemupukan awal musim hujan.

Mengapa pohon kelengkeng subur tetapi sulit berbuah?

Pemberian pupuk Nitrogen berlebih atau kurangnya paparan sinar matahari langsung dapat memicu pertumbuhan vegetatif berlebih sehingga tanaman enggan berbunga.

Apakah kelengkeng cocok ditanam dalam pot (tabulampot)?

Sangat cocok, gunakan pot berdiameter minimal 60 cm dengan media tanam yang porous serta lakukan pemangkasan tajuk secara teratur.

Bagaimana cara mencegah buah kelengkeng dimakan kelelawar?

Bungkus dompolan buah menggunakan brongsong jaring khusus atau plastik transparan berlubang sejak buah masih berukuran kecil.

Lebih lanjut tentang Kelengkeng

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.