Perawatan rutin pada fase vegetatif meliputi penyiraman sebanyak dua kali sehari pada pagi dan sore hari selama bulan pertama setelah penanaman, yang kemudian dikurangi menjadi sekali sehari saat musim kemarau tiba. Lakukan pemupukan susulan menggunakan pupuk NPK seimbang dengan takaran 100 gram per pohon setiap tiga bulan sekali pada tahun pertama, lalu tingkatkan dosisnya menjadi 250 gram per pohon setiap empat bulan sekali pada tahun kedua untuk merangsang pertumbuhan tajuk dan batang yang kokoh. Penyiangan gulma di sekitar piringan tanaman selebar tajuk pohon harus dilakukan setiap bulan agar nutrisi tanah tidak direbut oleh rumput liar.
Memasuki tahun ketiga atau saat diameter batang utama mencapai ukuran minimal 10 sentimeter, mulailah melakukan pemangkasan bentuk untuk membuang tunas air dan cabang yang saling bersilangan guna menciptakan sirkulasi udara yang baik serta memaksimalkan penyerapan sinar matahari. Untuk merangsang pembungaan di luar musim, aplikasikan pupuk pemacu buah yang mengandung kalium tinggi dan unsur boron secara tepat sesuai petunjuk, atau lakukan pelukaan ringan pada batang utama jika diperlukan. Bunga kelengkeng biasanya akan muncul dalam waktu 45 hingga 60 hari setelah perlakuan perangsangan buah dilakukan pada musim kemarau.
Fase pembuahan memerlukan perhatian ekstra karena penyerbukan bunga sangat bergantung pada bantuan serangga seperti lebah, sehingga hindari penggunaan insektisida kimia yang dapat membunuh penyerbuk saat pohon sedang mekar penuh. Buah kelengkeng siap dipanen setelah berumur 5 hingga 6 bulan sejak bunga mekar, ditandai dengan kulit buah yang berubah menjadi kecokelatan halus, daging buah menjadi tebal, transparan, serta berasa manis legit. Lakukan pemanenan dengan cara memotong tangkai buah menggunakan gunting tajam secara hati-hati agar tidak merusak bakal tunas bunga untuk musim panen berikutnya.