Daun Kelengkeng Menguning: Penyebab & Cara Mengatasi

Daun kelengkeng kuning saat kemarau bisa karena kekurangan air, serangan hama, atau defisiensi nutrisi; berikut diagnosis dan solusinya.

Jawaban singkat

Daun kelengkeng yang menguning di musim kemarau sering membuat petani khawatir. Di Indonesia, masalah ini umum terjadi pada tanaman kelengkeng berusia 2-5 tahun saat curah hujan rendah. Gejala menguning bisa dimulai dari daun tua atau muda, tergantung penyebabnya. Penting untuk membedakan agar penanganan tepat.

Ringkas: Kelengkeng

Cahaya
Penuh minimal 6 jam sehari
Penyiraman
Sedang, jaga tanah tetap lembap
Musim
sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Sedang

Pastikan drainase lahan lancar agar akar tidak tergenang saat musim hujan.

Penyebab pertama adalah kekurangan air. Saat kemarau panjang tanpa irigasi, daun tua menguning lalu mengering dan rontok. Ciri khasnya: tanah kering retak, daun layu siang hari, dan menguning merata dari bawah. Solusinya: beri mulsa organik setebal 5-10 cm di sekitar batang, dan siram 10-20 liter per pohon setiap 3-4 hari saat tidak hujan.

Penyebab kedua adalah serangan hama seperti tungau atau kutu putih. Tungau (misal Eriophyes) menyebabkan daun menguning bercak-bercak dan keriting. Kutu putih (Planococcus) meninggalkan embun madu dan jelaga. Periksa permukaan bawah daun dengan kaca pembesar. Semprot dengan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau konsultasi dengan BPP untuk bahan kimia yang aman.

Penyebab ketiga adalah defisiensi unsur hara, terutama nitrogen dan zat besi. Daun menguning seragam, terutama daun muda pucat (kekurangan besi) atau daun tua kuning (kurang nitrogen). Lakukan pemupukan dengan pupuk kandang matang 5-10 kg per pohon setiap 3 bulan, ditambah pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 200-300 gram per pohon saat awal musim hujan. Untuk defisiensi besi, semprot daun dengan pupuk daun mengandung Fe atau kocor dengan EDTA-Fe sesuai dosis label.

Penyebab & Cara Mengatasi

Kekurangan air

Ciri: Daun tua menguning merata, layu siang hari, tanah kering dan retak.

Solusi: Beri mulsa organik, siram 10-20 liter per pohon tiap 3-4 hari saat kemarau.

Serangan hama (tungau/kutu putih)

Ciri: Daun menguning bercak, keriting, ada embun madu atau jelaga hitam.

Solusi: Semprot ekstrak daun mimba atau konsultasi ke BPP untuk insektisida kimia.

Defisiensi nutrisi (N, Fe)

Ciri: Daun muda pucat (Fe) atau daun tua kuning (N), menguning seragam.

Solusi: Pupuk kandang 5-10 kg/pohon per 3 bulan, NPK 200-300 g/pohon awal hujan, semprot Fe jika perlu.

Langkah-langkah

  1. Periksa tanah: jika kering dan retak, segera siram dan beri mulsa.
  2. Periksa daun: amati ada bercak, keriting, atau hama di bawah daun.
  3. Lakukan pemupukan jika tanah lembab tapi daun tetap kuning.
  4. Konsultasi ke penyuluh jika gejala tidak membaik setelah 2 minggu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun kuning selalu karena kekurangan air?

Tidak, bisa karena hama atau kekurangan nutrisi. Periksa gejala lain seperti bercak atau keriting.

Berapa kali harus menyiram saat kemarau?

Siram 10-20 liter per pohon setiap 3-4 hari, tergantung jenis tanah. Tanah lempung lebih jarang, tanah pasir lebih sering.

Pupuk apa yang baik untuk daun kuning?

Pupuk kandang matang untuk jangka panjang, dan NPK 15-15-15 untuk nutrisi cepat. Jika daun muda pucat, semprot dengan pupuk daun mengandung Fe.

Bagaimana cara mengatasi tungau?

Semprot dengan air bertekanan untuk mengurangi populasi, lalu gunakan ekstrak daun mimba atau konsultasi ke BPP untuk akarisida.

Apakah kelengkeng perlu dipangkas saat kemarau?

Pangkas ringan cabang kering atau sakit. Pemangkasan berat sebaiknya dilakukan awal musim hujan.

Lebih lanjut tentang Kelengkeng

Panduan terkait

Daun Menguning, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.