Penyebab paling umum pada musim kemarau adalah stres air dan kekurangan unsur hara hara makro seperti Nitrogen (N). Saat curah hujan menurun drastis, pohon kelengkeng dewasa membutuhkan pasokan air sekitar 20 hingga 40 liter per pohon yang diberikan 2 sampai 3 kali seminggu. Tanaman yang mengalami defisiensi Nitrogen akan menunjukkan gejala menguning merata mulai dari daun-daun tua di bagian bawah tajuk, sementara defisiensi hara mikro seperti Besi (Fe) menyebabkan daun muda menguning namun tulang daunnya tetap berwarna hijau.
Selain faktor pengairan dan nutrisi, kondisi pH tanah yang tidak ideal (di luar rentang 5,5 hingga 6,5) serta serangan hama penghisap seperti tungau merah dan kutu daun turut mempercepat kerusakan daun. Pada cuaca panas dan kering, populasi tungau berkembang sangat cepat di permukaan bawah daun, menghisap cairan sel hingga daun penuh bintik kuning dan akhirnya mengering. Pemberian bahan organik seperti kompos matang sebanyak 10 hingga 20 kg per pohon secara berkala sangat membantu menjaga stabilitas pH dan kelembapan tanah.
Langkah pemulihan tanaman kelengkeng yang menguning memerlukan pendekatan terpadu selama 3 hingga 4 minggu. Petani disarankan melakukan pembersihan gulma di sekitar piringan pohon, mengaplikasikan mulsa organik setebal 5 hingga 10 cm untuk menahan penguapan air, serta memberikan pemupukan susulan berimbang. Pemangkasan cabang yang terlalu rapat atau terserang hama juga penting dilakukan agar sirkulasi udara dan intensitas cahaya matahari dapat diterima secara optimal oleh seluruh bagian tajuk.





