Faktor nutrisi memegang peranan krusial dalam pembentukan buah jeruk. Pemberian pupuk tinggi Nitrogen secara berlebihan memicu daun tumbuh rimbun tetapi tidak menghasilkan bunga, sehingga tanaman butuh porsi unsur Fosfor dan Kalium lebih tinggi dengan tambahan pupuk organik atau kompos sebanyak 10 hingga 15 kg per pohon setiap 4 bulan sekali.
Pemangkasan tajuk yang keliru juga sering menjadi pemicu utama jeruk mogok berbuah. Cabang air atau penci yang tumbuh lurus ke atas dengan sangat cepat harus rutin dipangkas setiap 2 minggu sekali karena cabang ini menyerap nutrisi tanaman tanpa pernah menghasilkan bunga, sementara pemangkasan rutin harus membiarkan sinar matahari tembus 30 sampai 40 persen ke dalam kanopi.
Aspek bibit dan intensitas pencahayaan juga menentukan keberhasilan pembuahan tanaman jeruk. Pohon jeruk yang berasal dari biji atau generatif membutuhkan waktu 5 hingga 7 tahun untuk belajar berbuah, sedangkan bibit hasil okulasi atau cangkok dapat berbuah pada umur 1 hingga 2 tahun jika mendapatkan paparan sinar matahari penuh minimal 6 hingga 8 jam sehari.





